Dari Maggot hingga Kerajinan, PLN UIP JBB Dukung Warga Gandul Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
Kredit Foto: Istimewa
Sampah rumah tangga dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan tepat. Inilah yang dikembangkan masyarakat Kelurahan Gandul, Kota Depok, melalui Bank Sampah Ikhlas yang mengolah sampah anorganik menjadi tabungan serta memanfaatkan sampah organik untuk mendukung budidaya maggot dan peternakan.
Upaya tersebut mendapat dukungan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Economic Circularity for Livelihood and Environment in Gandul (ECOCYCLE GANDUL).
Program ini berawal dari penelusuran komunitas peduli lingkungan di sekitar kantor PLN UIP JBB pada Mei 2026. Dari kegiatan tersebut, PLN menemukan potensi Bank Sampah Ikhlas untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi warga.
Di Kelurahan Gandul, sekitar 60 nasabah Bank Sampah Ikhlas rutin mengumpulkan dan menimbang sampah anorganik untuk ditukarkan dengan uang. Tabungan tersebut dapat dicairkan, antara lain, menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain mengelola sampah anorganik, warga RW 2 juga mengembangkan budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (black soldier fly/BSF) untuk mengolah sampah organik dan menghasilkan pakan ternak.
Namun, kegiatan budidaya tersebut menghadapi kendala sejak April 2026. Dukungan upah bagi pekerja terhenti, sementara pembeli yang sebelumnya menyerap hasil budidaya tidak lagi mengambil produk. Kondisi itu membuat sejumlah pekerja berhenti dan kegiatan tersebut terancam tutup.
Melalui ECOCYCLE GANDUL, PLN UIP JBB mendukung pengembangan budidaya ikan lele dan ayam dengan memanfaatkan maggot sebagai pakan. Warga juga memperoleh pendampingan dan peningkatan keterampilan untuk mengelola kegiatan tersebut secara berkelanjutan.
Sementara itu, sampah anorganik, terutama material tekstil yang kurang diminati pengepul, diolah menjadi berbagai kerajinan. Para ibu anggota Bank Sampah Ikhlas membuat keset, ikat rambut, pita, konektor masker, dan produk lainnya.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP JBB, Nur Akhsin, mengatakan pengelolaan sampah perlu memberikan manfaat lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Melalui ECOCYCLE GANDUL, kami ingin mendorong masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan. Ketika sampah organik dan anorganik dikelola dengan tepat, keduanya dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujar Nur Akhsin.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan sampah menjadi kebiasaan bersama yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Dukungan PLN UIP JBB turut memberikan dorongan bagi para penggerak Bank Sampah Ikhlas untuk melanjutkan kegiatan mereka. Dalam pertemuan dengan tim PLN pada Oktober 2026, Ketua Bank Sampah Ikhlas Khodijah bersama Sekretaris Neneng, Bendahara Susilawati, dan anggota Dewi Nilasari menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan.
Khodijah mengatakan bantuan tersebut mendorong mereka untuk terus mengajak warga berpartisipasi dalam pengelolaan sampah.
“Bantuan dari PLN membuat kami semakin bersemangat untuk terus mengajak masyarakat mengelola sampah. Ternyata, sampah yang selama ini dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkap Khodijah.
Ia menambahkan, nasabah Bank Sampah Ikhlas tidak hanya berasal dari RW 2, tetapi juga dari RW lainnya. Menurutnya, keterlibatan warga yang semakin luas menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kegiatan tersebut.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga hingga tingkat rukun warga. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus memanfaatkan material yang masih memiliki nilai guna.
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Perusahaan AS Kaji Produksi Hidrogen dari Biomassa
Melalui ECOCYCLE GANDUL, PLN UIP JBB mendorong terbentuknya rantai pemanfaatan sampah yang saling terhubung. Sampah organik diolah melalui budidaya maggot untuk mendukung peternakan, sedangkan sampah anorganik dimanfaatkan menjadi kerajinan atau disalurkan kepada pengepul.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan Bank Sampah Ikhlas memperlihatkan bagaimana inisiatif di tingkat komunitas dapat membuka peluang pemanfaatan sampah secara produktif. Dengan dukungan dan keterlibatan warga, pengelolaan sampah tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: