Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

UMB dan Bank Sampah Anggrek Ceria Terapkan Inovasi Sistem Real-Time dan Ubah Botol Plastik Menjadi Souvenir

UMB dan Bank Sampah Anggrek Ceria Terapkan Inovasi Sistem Real-Time dan Ubah Botol Plastik Menjadi Souvenir Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengelolaan sampah di tingkat masyarakat kini tak lagi sekadar berbicara soal kebersihan lingkungan. Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi melalui inovasi teknologi dan ekonomi kreatif di Bank Sampah Anggrek Ceria, Cempaka Putih Barat, RW 05, Jakarta Pusat.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengusung semangat “Kelola Sampah, Tabung Manfaat” ini dilaksanakan melalui skema Hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Kemdiktisaintek. Fokus program mencakup penguatan produksi, manajemen, dan pemasaran dengan melibatkan pengurus serta nasabah Bank Sampah Anggrek Ceria sebagai mitra utama.

Tim pelaksana PkM UMB dipimpin Dr. Ririn Wulandari dari Program Studi Magister Manajemen, bersama Dr. Agus Budi Setyawan dari Program Studi Desain Produk dan Prof. Nur Kholisoh dari Program Studi Ilmu Komunikasi.

Ririn mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya UMB mendorong perguruan tinggi agar tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.

“Bank sampah tidak seharusnya hanya menjadi tempat mengumpulkan sampah. Dengan pengetahuan, teknologi, manajemen, dan pemasaran yang baik, sampah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi sumber manfaat bagi masyarakat,” ujar Ririn.

Transaksi Bank Sampah Kini Real-Time

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah Sistem Bank Sampah Real-Time. Sistem ini dirancang untuk membuat administrasi dan transaksi menjadi lebih efektif dan efisien.

Melalui sistem tersebut, nasabah dapat memantau transaksi sekaligus saldo tabungan sampah secara langsung melalui telepon seluler. Digitalisasi ini diharapkan meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan pengurus dalam mengelola aktivitas bank sampah.

“Sistem Bank Sampah Real-Time ini mempermudah dan mempercepat pengelolaan bank sampah, sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mendapatkan informasi transaksi dan saldo tabungannya melalui handphone masing-masing,” jelas Ririn.

Tak berhenti pada digitalisasi, UMB juga memperkenalkan teknologi pengolahan botol plastik bekas menjadi produk bernilai tambah. Botol plastik yang dikumpulkan tidak hanya dijual sebagai material daur ulang, tetapi dapat diolah menjadi filamen yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan souvenir dengan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing).

Dr. Agus Budi Setyawan mengatakan, inovasi tersebut membuka peluang bagi bank sampah untuk meningkatkan nilai ekonomi material yang selama ini memiliki nilai jual terbatas.

“Botol plastik bekas dapat didaur ulang menjadi filamen, kemudian filamen tersebut diproses menggunakan printer untuk menghasilkan souvenir. Peralatan dan implementasinya kami berikan melalui program ini agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan penghasilan bank sampah sekaligus memberdayakan masyarakat,” kata Agus.

Selain teknologi produksi, pengurus dan nasabah Bank Sampah Anggrek Ceria mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara menyeluruh. Program mencakup penggunaan sistem real-time, pengelolaan sampah yang efisien dengan alat pres manual, pembuatan produk bernilai tambah, penyediaan peralatan dan bahan produksi, strategi pemasaran hingga mentoring.

Pemberian teknologi dan peralatan tersebut diarahkan bukan sekadar menjadi bantuan, melainkan menjadi modal bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas produksi dan usaha secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, Bank Sampah Anggrek Ceria diharapkan mampu berkembang dari sekadar tempat pengumpulan sampah menjadi bank sampah produktif berbasis masyarakat yang memiliki kemampuan produksi, manajemen, dan pemasaran.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UMB dalam mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah paradigma sampah dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang dapat digunakan kembali dan menghasilkan nilai ekonomi.

Ke depan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, inovasi produk, serta strategi pemasaran diharapkan mampu menciptakan manfaat ganda. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga dapat membuka peluang usaha dan menambah sumber pendapatan bagi masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi