Indeks Inklusi DKI Tembus 99,74 Persen, Bank Jakarta Raih Penghargaan PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1
Kredit Foto: Istimewa
Bank Jakarta meraih penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 dalam rangkaian Jakarta Financial Festival 2026. Penghargaan tersebut diberikan di Blok M Square, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyerahkan penghargaan itu kepada Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo.
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Bank Jakarta untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan. Upaya ini diarahkan untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Rano mengatakan perluasan akses keuangan harus disertai pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program digitalisasi pasar inklusif tidak berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dilanjutkan. Kita perlu memastikan layanan keuangan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para pedagang secara berkelanjutan,” ujar Rano.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan diperlukan untuk mendorong transformasi pasar rakyat serta meningkatkan daya saing usaha.
Agus H. Widodo mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bank Jakarta untuk memperkuat edukasi keuangan dan memperluas akses layanan perbankan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Bank Jakarta untuk terus memperluas edukasi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat,” kata Agus.
Ia menambahkan, literasi keuangan membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara bijak, sedangkan inklusi keuangan yang berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Jakarta Financial Festival 2026 berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 dengan tema “Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh”. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan.
Festival tersebut merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, FKIJK DKI Jakarta, serta berbagai pelaku industri jasa keuangan.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks literasi keuangan DKI Jakarta mencapai 84,01 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan tercatat sebesar 99,74 persen.
Capaian tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pemanfaatan layanan keuangan agar tidak hanya mudah diakses, tetapi juga digunakan secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab.
Dalam festival itu, Bank Jakarta menghadirkan booth edukasi dan layanan yang mencakup pengenalan produk pendanaan dan pembiayaan, transaksi digital, permainan interaktif, serta pemeriksaan kesehatan melalui kolaborasi dengan Klinik Bank Jakarta.
Berbagai aktivitas tersebut mengusung pesan “Sehat Finansial, Sehat Badannya, Kuat Jakartanya” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan finansial sekaligus mendekatkan layanan perbankan.
Baca Juga: Targetkan Pengangguran Turun ke 3,5 Persen, Pramono: Jakarta Harus Jadi Role Model
Agus mengatakan Bank Jakarta akan melanjutkan kolaborasi dengan regulator, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, Bank Jakarta akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan, mengembangkan layanan digital yang mudah diakses, serta memperkuat pelindungan konsumen dan pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung Jakarta menuju kota global dengan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: