Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memastikan tetap berada di pasar valuta asing untuk memantau pergerakan rupiah di tengah tekanan nilai tukar yang membuat dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp18.100.
Ia mengatakan, pergerakan rupiah saat ini terus dicermati oleh bank sentral. Menurutnya, dinamika nilai tukar dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran di pasar.
“Ya, kita tetap ada di pasar. Ya, ini tergantung supply demand hari ini,” ujar Destry dalam wawancara seusai acara Danantara Technology Innovation Invesment Forum (DTIIF) Senin (26/10/2026).
Destry menegaskan, BI masih memantau perkembangan nilai tukar untuk melihat faktor yang menjadi penyebab pergerakan rupiah. Bank sentral juga mencermati sumber tekanan yang terjadi di pasar valuta asing.
Ia menilai pergerakan yang terjadi masih merupakan bagian dari volatilitas pasar yang terus dipantau BI. Karena itu, bank sentral akan terus mencermati dinamika nilai tukar sekaligus menelusuri faktor penyebabnya.
Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75%
Baca Juga: Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.050 per USD
“Enggak. Ini kita ya, pola terintim biasa, tapi kita akan monitor terus lah, kita lihat root cause nya juga,” tambah Destry.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika rupiah berada dalam tekanan terhadap dolar AS. BI memastikan tetap mengawasi perkembangan pasar, sementara langkah intervensi disebut tidak mengalami perubahan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: