- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Naik Tipis 4,5%, Penjualan HM Sampoerna (HMSP) Tembus Rp87,51 Triliun
Kredit Foto: Sampoerna
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan rokok ini berhasil meningkatkan penjualan sekaligus membukukan lonjakan laba hingga September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang dirilis pada Selasa (27/10/2026), penjualan bersih HMSP mencapai Rp87,51 triliun. Angka tersebut tumbuh 4,50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp83,74 triliun.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat 4,62% secara tahunan atau year on year (yoy), dari Rp68,33 triliun menjadi Rp71,49 triliun. Meski demikian, laba kotor HMSP masih tumbuh 3,89% yoy menjadi Rp16,01 triliun, dibandingkan Rp15,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba terlihat lebih kuat pada tingkat sebelum pajak. HMSP membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp8,35 triliun, melonjak 21,54% yoy dari Rp6,87 triliun.
Kenaikan tersebut turut ditopang oleh penghasilan lain-lain yang melesat 187,29% yoy menjadi Rp511,77 miliar, dari sebelumnya Rp178,12 miliar.
Pada akhirnya, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp6,51 triliun. Realisasi ini meningkat 44,35% dibandingkan laba Rp4,51 triliun pada sembilan bulan pertama tahun lalu.
Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham dasar atau earnings per share (EPS) HMSP juga meningkat 43,59% yoy menjadi Rp56 per saham, dari sebelumnya Rp39 per saham.
Baca Juga: Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok!
Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Ganti Pengelola, Kini Beralih ke Gudang Garam
Dari sisi neraca, total aset HMSP per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp50,41 triliun. Angka ini turun 2,23% dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai Rp51,56 triliun.
Total liabilitas atau kewajiban perusahaan juga menyusut 4,57% sejak akhir 2025, dari Rp23,21 triliun menjadi Rp22,15 triliun.
Sementara itu, total ekuitas HMSP tercatat Rp28,25 triliun, turun tipis 0,35% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp28,35 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: