Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Rokok HM Sampoerna (HMSP) Catat Penjualan Rp27,2 Triliun di Kuartal I 2026

Emiten Rokok HM Sampoerna (HMSP) Catat Penjualan Rp27,2 Triliun di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Sampoerna
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan kinerja yang tetap solid pada kuartal pertama 2026. Di tengah penurunan penjualan, Perseroan justru mampu meningkatkan laba bersih berkat strategi efisiensi yang efektif.

Emiten rokok HM Sampoerna ini membukukan laba bersih sebesar Rp2,05 triliun sepanjang Januari–Maret 2026. Capaian ini tumbuh 7,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,91 triliun.

Meski demikian, penjualan bersih sesungguhnya mengalami penurunan 5,50% secara tahunan menjadi Rp27,20 triliun dari Rp28,78 triliun.

Secara rinci, penjualan didominasi oleh sigaret kretek mesin sebesar Rp16,53 triliun, diikuti sigaret kretek tangan Rp7,77 triliun, sigaret putih mesin Rp1,36 triliun, produk bebas asap Rp636,64 miliar, sigaret putih tangan Rp219,89 miliar dan lainnya Rp91,8 miliar. 

Penurunan penjualan ini turut diiringi dengan turunnya beban pokok penjualan menjadi Rp22,20 triliun dari Rp23,76 triliun. Meski demikian, laba kotor tercatat sebesar Rp5 triliun, ikut menurun dari Rp5,02 triliun pada periode sebelumnya.

Namun, Perseroan berhasil menjaga profitabilitas dengan menekan berbagai beban operasional. Penurunan beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban pajak penghasilan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan laba bersih di tengah tekanan pendapatan.

Baca Juga: Unilever (UNVR) Raih Penjualan Rp8,4 Triliun di Kuartal I 2026, Laba Naik 73%

Baca Juga: Penjualan Turun, Laba Mayora Indah (MYOR) Tetap Melesat 37% di Q1 2026

Dari sisi neraca, total aset HMSP meningkat menjadi Rp51,90 triliun hingga Maret 2026, dibandingkan Rp51,56 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp21,47 triliun dari Rp23,21 triliun. Di sisi lain, ekuitas Perseroan menguat menjadi Rp30,42 triliun dari Rp28,35 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri