Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Dua emiten rokok besar nasional, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), sama-sama mencatat pemulihan kinerja laba yang signifikan pada semester I 2026.
Namun, keduanya menempuh strategi yang berbeda. GGRM mengandalkan efisiensi biaya, sementara HMSP mempertahankan pertumbuhan pendapatan sebagai penopang utama kinerja.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, Rabu (26/8/2026), pendapatan GGRM pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp41,2 triliun, turun 7,2% secara tahunan year-on-year (yoy). Meski demikian, laba bersih GGRM melonjak hingga Rp3,0 triliun, atau tumbuh 2.439% (yoy).
Lonjakan laba tersebut terutama ditopang oleh efisiensi biaya. Beban pokok pendapatan atau COGS turun 13,3%, beban cukai berkurang 14,0%, sedangkan beban operasional (opex) merosot 33,8%. Perbaikan struktur biaya tersebut mendorong net margin GGRM menjadi 7,2%, dengan EBIT margin mencapai 9,1%.
Di sisi lain, HMSP mencatat pertumbuhan dari sisi pendapatan. Penjualan pada semester I 2026 mencapai Rp56,5 triliun, meningkat 2,4% (yoy). Pertumbuhan top-line tersebut turut mendorong laba bersih HMSP naik 97,1% YoY menjadi Rp4,2 triliun.
Kinerja HMSP juga didukung oleh perbaikan profitabilitas. Gross margin meningkat menjadi 18,8%, seiring pertumbuhan penjualan dan perbaikan struktur biaya. Pada periode yang sama, net margin HMSP mencapai 7,4%, sedikit di atas GGRM, sedangkan EBIT margin berada di level 9,0%.
Baca Juga: Laba Gudang Garam (GGRM) Naik Pesat Jadi Rp2,98 Triliun, Meski Penjualan Turun
Baca Juga: Penjualan HM Sampoerna (HMSP) Capai Rp56,5 Triliun, Cuan Melonjak Nyaris Dua Kali Lipat
Dengan demikian, persaingan kedua emiten pada semester I 2026 menunjukkan karakter yang berbeda. GGRM lebih menonjol dari sisi efisiensi biaya, terutama melalui penurunan beban operasional yang signifikan sehingga mampu mengerek laba meski pendapatan mengalami kontraksi.
Sementara itu, HMSP unggul dari sisi skala dan produktivitas. Pertumbuhan pendapatan tetap positif di tengah tekanan industri, dengan tingkat pendapatan per karyawan yang lebih tinggi.
Perbedaan strategi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan kinerja kedua emiten rokok tidak berlangsung dengan pola yang sama. GGRM mengandalkan disiplin biaya untuk memulihkan profitabilitas, sedangkan HMSP memanfaatkan skala bisnis dan pertumbuhan penjualan untuk menjaga momentum kinerja.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan