Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dino Patti Djalal Kaget Eks Mendag Terus Serang Singapura: Apa yang Terjadi Padanya?

        Dino Patti Djalal Kaget Eks Mendag Terus Serang Singapura: Apa yang Terjadi Padanya? Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal, buka suara menanggapi kritik berulang mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terhadap Singapura.

        Dino mengaku terkejut dengan sikap Lutfi, yang belakangan menyoroti berbagai persoalan mulai dari investasi hingga perjanjian pajak antara Indonesia dan Singapura.

        "Mantan Menteri Perdagangan M Lutfi yang obsesif dan tak berujung menyerang Singapura bikin kaget banget," tulisnya di akun X, dikutip Kamis (29/10/2026).

        Baca Juga: Loyalis Jokowi: Demo di Bundaran HI Cuma Segitu Doang

        Dino mengaku pernah bekerja bersama Lutfi selama satu dekade di bawah pemerintahan SBY. Pada masa itu, menurutnya, Lutfi justru aktif mendorong penguatan kerja sama kedua negara, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

        "Saya bekerja bareng Lutfi selama satu dekade di bawah Presiden SBY saat dia bekerja keras untuk memajukan kerja sama RI-Singapura soal perdagangan + investasi (Lutfi waktu itu menteri untuk keduanya)," ujarnya.

        Perubahan sikap tersebut membuat Dino mempertanyakan alasan Lutfi kini begitu keras mengkritik Singapura. Meski mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, ia berharap kritik tersebut tidak sampai menghapus kontribusi Lutfi dalam hubungan bilateral kedua negara selama ini.

        "Saya nggak tahu apa yang terjadi padanya, dan kenapa tiba-tiba berubah hati sampai mau merusak banyak kontribusinya untuk hubungan RI-Singapura, yang sama sekali nggak seperti dia, tapi saya sungguh berharap dia baik-baik aja," pungkas Dino Patti.

        Baca Juga: Keracunan MBG Terus Terjadi, Kepala BGN: Jujur Sedih, Saya Tidak Ingin Main-main

        Sebelumnya, Lutfi memang beberapa kali melontarkan kritik terhadap Singapura, terutama menyangkut investasi, perjanjian pajak, serta dugaan pengalihan keuntungan dari Indonesia ke negara tersebut.

        Dalam video yang diunggah di Instagram, Lutfi menilai besarnya nilai investasi Singapura ke Indonesia tidak otomatis menunjukkan bahwa modal tersebut benar-benar berasal dari negara itu. 

        Menurut dia, sebagian investasi yang tercatat berasal dari Singapura diduga merupakan keuntungan dari sumber daya alam Indonesia yang dialirkan ke negara tersebut, lalu diputar kembali menjadi investasi ke Indonesia.

        Lutfi juga menyoroti praktik transfer pricing, yakni penetapan harga transaksi antarperusahaan yang memiliki hubungan afiliasi. Menurutnya, praktik tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan sebagian keuntungan dari Indonesia ke yurisdiksi yang menawarkan perlakuan pajak lebih menguntungkan.

        Persoalan lain yang disoroti Lutfi adalah perjanjian pajak antara Indonesia dan Singapura. Ia menilai pemerintah perlu mengevaluasi ketentuan yang dianggapnya belum memberikan manfaat memadai bagi Indonesia, termasuk perjanjian pajak yang dibuat pada 2020.

        "Saya punya firasat kuat kita akan membatalkan semua perjanjian yang tak masuk akal, termasuk perjanjian pajak 2020 yang tak membawa manfaat bagi Indonesia," ungkapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: