Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Massa Paksa Jokowi Pilih 2 Opsi: Bujuk Gibran untuk Mundur atau Dibuat Malu se-Indonesia

        Massa Paksa Jokowi Pilih 2 Opsi: Bujuk Gibran untuk Mundur atau Dibuat Malu se-Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Desakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mundur kini menyasar langsung ke kediaman pribadi dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terbukti dengan datangnya sekelompok massa yang mendatangi rumah mantan kepala negara tersebut di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

        Perwakilan Massa, Bangun Sutoto mendesak politikus senior itu agar turun tangan langsung membujuk dan memaksa putra sulungnya meletakkan jabatan eksekutif sebelum proses politik pemakzulan bergulir di parlemen.

        Baca Juga: Penantian Roy Suryo dan Publik Terbayar, Jokowi Akhirnya Diseret ke Pengadilan Jakarta Timur

        Ia menegaskan bahwa langkah pengunduran diri secara sukarela adalah opsi paling rasional untuk menyelamatkan wajah dan martabat keluarga Jokowi. Massa meyakini bahwa ancaman pemakzulan terhadap anak politikus itu saat ini semakin nyata.

        “Kami meminta kepada bapak untuk bersedia memaksa beliau turun dari kursi wakil presiden agar tidak terjadi pemakzulan yang tentunya akan sangat memalukan dan merendahkan harga diri,” ungkap Bangun dikutip Kamis (29/10/2026).

        Meskipun datang dengan tuntutan keras, massa tidak menyerahkan surat desakan tersebut secara langsung ke tangan Jokowi. Dokumen tuntutan itu dititipkan melalui salah satu anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Serka Zainudin.

        Pihak keamanan sebenarnya sempat menawarkan kelompok tersebut untuk masuk ke dalam antrean jika ingin bertatap muka langsung dengan Jokowi. Namun tawaran itu ditolak dengan alasan massa harus segera melanjutkan agenda aksi menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerak (DPRD) Surakarta.

        Sebelum mendatangi kediaman mantan presiden, kelompok ini mengklaim telah melakukan safari ke sejumlah instansi dan organisasi politik untuk menyebarkan surat tuntutan serupa. Titik-titik yang telah disasar antara lain SMPN 1 Surakarta, DPC Partai Demokrasi Indoneia Perjuangan (PDIP) Surakarta, DPC Partai Gerindra, hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta. 

        Adapun Jokowi sendiri pernah menanggapi soal polemik ijazah Gibran. Ia santai menghadapi hal tersebut dan  menegaskan proses yang sedang berjalan harus diikuti sesuai mekanisme yang berlaku.

        "Ini kan sudah masuk ke wilayah hukum. Jadi kita mengikuti proses hukum yang ada," kata Jokowi.

        Ia juga membeberkan riwayat pendidikan anaknya dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Penjelasan tersebut disampaikan untuk menerangkan jenjang pendidikan yang telah ditempuh Gibran.

        "Mas Gibran SD-nya di SD-nya 16 Kota Madya Surakarta, SMP-nya di SMP Negeri 1 Kota Madya Surakarta, SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura. Kemudian di O-Level setelah masuk kemudian masuk ke UTS Insearch, ini pathway supaya tahu," ujarnya.

        Baca Juga: Ulama Terawang Nasib Politik Wapres Gibran: Ini Enggak Lama Lagi, Insya Allah Paling 2 Bulan Lah

        "Setelah dari situ, seingat saya 3 tahun. Kemudian pindah lagi masuk ke MDIS di Singapura. Jelas semuanya. Jelas semuanya," tutur Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: