Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham BCA Babak Belur 6,4% ke Level Rp4.940 per Saham Usai Rumor Merger dengan DBS Dibantah!

        Saham BCA Babak Belur 6,4% ke Level Rp4.940 per Saham Usai Rumor Merger dengan DBS Dibantah! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Isu merger PT Bank DBS Indonesia dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mendadak menjadi sorotan pasar. Setelah sempat memicu lonjakan harga saham BCA, kabar penggabungan kedua bank tersebut kini dibantah oleh DBS Group asal Singapura.

        Di tengah polemik tersebut, saham BCA justru mengalami tekanan jual pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Berdasarkan data perdagangan, saham BBCA merosot 6,4% atau 335 poin ke level Rp4.940 per saham, dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

        Sebelumnya, rumor merger ramai beredar di media sosial. Kabar tersebut menyebutkan bahwa Bank DBS Indonesia akan dilebur ke dalam BCA, dengan BCA tetap menjadi entitas yang bertahan setelah penggabungan.

        Bahkan, spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa pemegang saham DBS Indonesia akan menerima saham baru BCA sebagai kompensasi dalam transaksi tersebut.

        Namun, DBS Group dengan tegas membantah kabar tersebut. Juru bicara DBS menyatakan bahwa rumor mengenai potensi merger kedua bank tidak benar.

        “Rumor tersebut tidak benar,” ujar juru bicara DBS, seperti dikutip dari The Straits Times, Kamis (29/10/2026).

        Sebelum mengalami penurunan tajam pada Kamis, saham BCA sempat melonjak 7% pada perdagangan 28 Oktober 2026. Kenaikan tersebut terjadi di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan penggabungan Bank DBS Indonesia dengan BCA.

        Baca Juga: DBS Bantah Merger dengan BCA Milik Keluarga Hartono

        Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp45,2 Triliun, Tumbuh 4,2% hingga September 2026

        Baca Juga: Laba Bank Permata (BNLI) Tembus Rp2,6 Triliun, Kredit Naik 10,1%

        Setelah bantahan dari DBS muncul, saham BCA justru berbalik melemah tajam. Meski demikian, pergerakan harga tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa rumor merger menjadi satu-satunya penyebab penurunan saham BBCA.

        Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari manajemen BCA terkait rumor penggabungan dengan Bank DBS Indonesia.

        Dengan bantahan dari DBS tersebut, spekulasi merger kedua bank masih belum memiliki dasar konfirmasi resmi. Investor pun perlu mencermati informasi yang terverifikasi sebelum mengambil keputusan investasi berdasarkan rumor yang beredar di pasar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: