Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        GOTO Masih Punya Dana Buyback Rp2,5 Triliun hingga Juni 2027

        GOTO Masih Punya Dana Buyback Rp2,5 Triliun hingga Juni 2027 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah membeli kembali 36 miliar saham senilai Rp985 miliar hingga 29 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara hampir 3% dari total saham perseroan.

        Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo menyatakan, GOTO masih memiliki sisa dana Rp2,5 triliun untuk melanjutkan program buyback hingga Juni 2027.

        "Program ini berlangsung setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas harga minimum saham Rp50 pada 28 September 2026," kata dia di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

        Selain buyback, GOTO berencana membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara sekitar 2,7% dari total saham beredar. Rencana tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.

        Hans mengatakan, pembatalan saham tresuri dan kelanjutan buyback merupakan bagian dari strategi alokasi modal untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

        Dia memperkirakan pembatalan saham tresuri dapat efektif dalam dua hingga tiga bulan setelah seluruh persyaratan regulasi terpenuhi.

        Pembatalan saham tresuri akan mengurangi jumlah saham yang beredar, sehingga porsi kepemilikan pemegang saham yang tersisa meningkat secara proporsional tanpa perlu membeli saham tambahan.

        Sementara itu, GOTO akan melanjutkan buyback dengan mempertimbangkan valuasi saham perseroan. Hans menilai harga saham GOTO saat ini menawarkan nilai yang menarik.

        Baca Juga: GOTO Raup Untung Rp1,16 Triliun per September 2026, dari Sebelumnya Rugi

        Baca Juga: Asing Borong GOTO Rp288 Miliar, BBCA Malah Dilepas Rp2,33 Triliun

        Aksi korporasi tersebut berlangsung seiring perbaikan kinerja keuangan perseroan. Pada kuartal III-2026, GOTO membukukan laba periode berjalan Rp441 miliar, berbalik dari rugi Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Pendapatan bersih meningkat 17% menjadi Rp5,56 triliun, sedangkan EBITDA yang disesuaikan naik 84% menjadi Rp950 miliar.

        Sepanjang Januari–September 2026, GOTO mencatatkan laba periode berjalan Rp864 miliar, berbalik dari rugi Rp997 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Arus kas bebas yang disesuaikan pada kuartal III-2026 juga melonjak 389% menjadi Rp1,21 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: