Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Membuka Jalan Pendidikan dan Masa Depan Generasi Muda Pulau Obi

        Membuka Jalan Pendidikan dan Masa Depan Generasi Muda Pulau Obi Kredit Foto: Harita Nickel
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Waktu istirahat di SMP Loji Permai Kawasi kerap dimanfaatkan Suci Ramadhani untuk mengunjungi perpustakaan. Di sana, siswa ini membaca buku dan melengkapi catatan pelajaran. Baginya, fasilitas yang tersedia di sekolah menjadi kesempatan untuk belajar lebih baik dan menambah pengetahuan.

        “Pendidikan itu sangat penting karena selain bisa belajar, kita juga bisa mengikuti kegiatan sekolah yang menambah pengalaman,” ujar Suci.

        Kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang lebih memadai mungkin belum terbayangkan sebelumnya. Kini, Suci dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran, mulai dari komputer, perpustakaan, hingga unit kesehatan sekolah (UKS). Para siswa juga mendapatkan buku untuk mendukung kegiatan belajar.

        Perubahan itu menjadi bagian dari perkembangan akses pendidikan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Dukungan terhadap pendidikan tidak hanya hadir melalui fasilitas di sekolah, tetapi juga melalui akses menuju tempat belajar.

        Suci, yang tinggal di permukiman baru Kawasi, kini lebih mudah menjangkau sekolah. Sementara itu, siswa yang tinggal di lokasi lain dapat memanfaatkan bus antar-jemput yang disediakan perusahaan.

        Mendukung Kebutuhan Belajar

        Pemandangan jam istirahat di SMP Loji Permai Kawasi memang agak berbeda, tidak ada antrean anak-anak di gerobak baso. Pasalnya, setiap hari siswa SMP Loji Permai Kawasi mendapatkan makan siang yang dikelola melalui kerja sama pihak sekolah dan Harita Nickel. Program ini telah berjalan sejak 2023, dengan pihak sekolah mengelola anggaran penyediaan makanan sekaligus mengatur pelaksanaannya.

        Guru SMP Loji Permai, Debby Sukarang, sekolah juga melibatkan ibu-ibu di sekitar Kawasi untuk membantu proses memasak.

        “Kami juga mengutamakan pangan lokal Pulau Obi. Sayur-mayur dan ikan diupayakan berasal dari petani dan nelayan setempat, sehingga program ini turut mendukung perekonomian masyarakat,” kata Debby.

        Bagi orang tua siswa, makan siang di sekolah menjadi bagian dari keseharian yang membantu anak menjalani kegiatan belajar. Anisa, salah satu orang tua siswa SMP Loji Permai Kawasi, mengatakan anaknya tetap bisa mendapatkan makan siang selama berada di sekolah.

        “Jadi, kami tidak perlu khawatir lagi soal makan siang anak. Apalagi kalau di rumah terkadang lupa menyiapkan bekal, mereka tetap mendapatkan makan siang di sekolah. Alhamdulillah, program ini sangat membantu,” ujarnya.

        Melangkah Lebih Tinggi

        Bagi sebagian anak muda Pulau Obi, kesempatan belajar berlanjut hingga perguruan tinggi. Namun, menempuh pendidikan di luar daerah membawa tantangan tersendiri, mulai dari biaya kuliah hingga ongkos perjalanan dari kampung halaman. Wa Sariani La Pama, atau Sari, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Khairun, Ternate, merasakan tantangan tersebut ketika memasuki semester ketujuh.

        “Transportasi ke Ternate itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Di desa, akses pendidikan juga masih terbatas,” ujar Sari.

        Sari kemudian memperoleh Beasiswa Harita Gemilang pada 2025. Bantuan tersebut membantunya melanjutkan perkuliahan sekaligus menjaga rencana yang ingin ia wujudkan setelah lulus: kembali ke Desa Soligi dan berkontribusi melalui kegiatan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia. Sari merupakan satu dari 100 mahasiswa asal Pulau Obi yang menerima beasiswa tersebut pada 2025.

        Jalur lain ditempuh Kasman La Jaani, pemuda asal Desa Soligi yang mengikuti Program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA). Ia sempat mempertimbangkan berhenti mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin karena ingin bekerja untuk membantu orang tuanya. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan tim pendamping, Kasman memutuskan melanjutkan pelatihan hingga selesai,

        Baca Juga: HMA Kobalt Anjlok 30% Sejak Agustus, Nikel Ikut Turun

        Baca Juga: Bank Mandiri Taspen dan UI Perkuat Kolaborasi Perbankan dan Pendidikan

        “Saya percaya, dengan kita bisa berbahasa Mandarin, otomatis peluang kita untuk ke depannya akan semakin besar,” kata Kasman.

        Kini, kemampuan tersebut digunakan Kasman dalam pekerjaannya sebagai penerjemah di Departemen Occupational Health and Safety (OHS) di lingkungan Harita Nickel. Ia membantu menjembatani komunikasi antara pekerja lokal dan rekan kerja yang menggunakan Bahasa Mandarin, termasuk dalam penyampaian instruksi keselamatan kerja.

        Pengalaman Sari dan Kasman menunjukkan bahwa mengembangkan diri dapat mengambil berbagai bentuk, baik melalui pendidikan tinggi maupun pelatihan keterampilan. Bagi anak muda Pulau Obi, kesempatan tersebut menjadi salah satu bekal untuk menentukan langkah berikutnya dan mengambil peran di tengah perkembangan daerahnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: