Kredit Foto: Freepik/VecMes
Harga Mineral Logam Acuan (HMA) kobalt turun 30,30% dari periode kedua Agustus hingga periode kedua Oktober 2026. Harga acuan kobalt yang sebelumnya mencapai US$55.869 per dry metric ton (dmt) kini ditetapkan sebesar US$38.938,33 per dmt.
Berdasarkan data penetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penurunan tersebut berlangsung selama tiga periode bulanan berturut-turut. HMA kobalt tercatat sebesar US$55.869 per dmt pada periode kedua Agustus, turun menjadi US$52.704,33 per dmt pada periode kedua September, kemudian merosot ke US$38.938,33 per dmt pada periode kedua Oktober 2026.
Penurunan juga terjadi pada harga acuan nikel. HMA nikel ditetapkan sebesar US$15.847,67 per dmt pada periode kedua Oktober 2026, turun 6,56% dibandingkan periode kedua Agustus yang mencapai US$16.960 per dmt.
Pada periode kedua September, harga acuan nikel masih berada di level US$16.698 per dmt. Dengan demikian, harga nikel melanjutkan penurunan selama dua periode bulanan berturut-turut.
Berbeda dengan kobalt dan nikel, harga acuan tembaga menunjukkan tren penguatan. HMA tembaga mencapai US$14.578,73 per dmt pada periode kedua Oktober 2026, naik 4,90% dibandingkan posisi periode kedua Agustus sebesar US$13.897,33 per dmt.
Penguatan tembaga juga terlihat pada perbandingan bulanan. Harganya meningkat dari US$14.425,97 per dmt pada periode kedua September menjadi US$14.578,73 per dmt pada periode kedua Oktober.
Sementara itu, harga seng tercatat sebesar US$3.902,07 per dmt pada periode kedua Oktober 2026. Angka tersebut turun dibandingkan periode kedua September yang mencapai US$4.033,47 per dmt, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan posisi Agustus sebesar US$3.683,63 per dmt.
Pergerakan tersebut menunjukkan tren HMA yang beragam selama tiga periode bulanan terakhir. Kobalt dan nikel mengalami penurunan, sedangkan tembaga menguat. Seng juga mengalami koreksi setelah kenaikan pada September.
Baca Juga: ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara Industri Semen Aman, Kebutuhan Capai 5 Juta Ton
Baca Juga: Indonesia Pasok 43% Batu Bara Dunia, Bahlil Kesal Harga Masih Diatur Asing
Berikut daftar lengkap HMA periode kedua Oktober 2026 berdasarkan infografis Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba):
-
Nikel: US$15.847,67 per dmt
-
Kobalt: US$38.938,33 per dmt
-
Timbal: US$1.864,03 per dmt
-
Seng: US$3.902,07 per dmt
-
Aluminium: US$3.172,93 per dmt
-
Tembaga: US$14.578,73 per dmt
-
Emas sebagai mineral ikutan: US$4.199,73 per troy ounce
-
Perak sebagai mineral ikutan: US$62,14 per troy ounce
-
Mangan: US$3,93 per dmt
-
Bijih besi: US$1,40 per dmt
-
Bijih krom: US$6,37 per dmt
-
Konsentrat titanium: US$8,77 per dmt
Penetapan HMA periode kedua Oktober 2026 tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 401.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Kedua Oktober 2026. HMA menjadi salah satu dasar dalam perhitungan Harga Patokan Mineral (HPM) sesuai ketentuan yang berlaku.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: