PERPRINDO Gelar Sertifikasi Perdana, Perluas Standardisasi Teknisi Pendingin
Kredit Foto: Istimewa
Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (PERPRINDO) mulai memperluas standardisasi kompetensi teknisi tata udara dan refrigerasi melalui uji kompetensi perdana yang digelar Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknik Pendingin PERPRINDO di National Training Center DAIKIN, Jakarta, Kamis (29/10).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses sertifikasi sekaligus memastikan kompetensi teknisi terukur sesuai standar dan kebutuhan industri. Ketersediaan tenaga kerja tersertifikasi kian penting seiring meningkatnya kebutuhan teknologi pendingin di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, bangunan komersial, dan rantai logistik pangan hingga pusat data (data center).
Ketua Umum PERPRINDO Budi Mulia mengatakan, pelaksanaan uji kompetensi tersebut merupakan kontribusi asosiasi dalam mendukung upaya pemerintah mempercepat standardisasi kompetensi tenaga kerja di bidang tata udara dan refrigerasi.
“Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi langkah nyata kami untuk turut dalam upaya pemerintah mempercepat dan memperluas standardisasi kompetensi teknisi di bidang tata udara dan refrigerasi di Indonesia,” ujar Budi.
Menurut dia, pembentukan LSP Teknik Pendingin PERPRINDO merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri yang diimbangi ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi sesuai standar dan kebutuhan pasar. Kehadiran lembaga sertifikasi ini diharapkan memperluas kesempatan teknisi memperoleh pengakuan kompetensi sekaligus memperkuat ekosistem pengembangan tenaga kerja secara nasional.
LSP Teknik Pendingin PERPRINDO menyediakan lima skema sertifikasi. Tiga skema di bidang tata udara mencakup Teknisi Perawatan AC Residential, Teknisi AC Residential, serta Teknisi Tata Udara Komersial dan Sistem VRF. Sementara itu, dua skema di bidang refrigerasi meliputi Teknisi Refrigerasi Domestik serta Teknisi Refrigerasi Komersial dan Industri Refrigeran F-gas.
Kegiatan uji kompetensi perdana ini disaksikan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Hadir pula Dewan Pembina PERPRINDO, yakni Andy Arif Widjaja, Henry Setiawan, dan Michael Budiman.
Kepala BNSP Syamsi Hari berharap kehadiran LSP Teknik Pendingin PERPRINDO dapat memperkuat kolaborasi antara kementerian dan asosiasi, memperluas akses sertifikasi bagi tenaga kerja, serta mendorong pengembangan kompetensi yang teruji dan terukur.
Senada, Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan Andri Susila menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan untuk memastikan sertifikasi mencerminkan keahlian dan kemahiran kerja sesuai standar.
Menurut dia, sertifikasi yang dilaksanakan secara objektif, profesional, dan berintegritas diharapkan mampu mendukung produktivitas sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi tenaga kerja untuk memperoleh pengakuan kompetensi.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi teknisi juga berkaitan dengan aspek lingkungan. Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Haruki Agustina mengatakan, pengelolaan sistem pendingin secara bertanggung jawab, termasuk penanganan dan pengelolaan refrigeran sesuai ketentuan, menjadi bagian penting dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Dalam pelaksanaan perdana ini, National Training Center DAIKIN berperan sebagai Tempat Uji Kompetensi. Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia Shinji Miyata menyatakan dukungan perusahaan terhadap pengembangan kompetensi teknisi dan membuka peluang untuk menjajaki kolaborasi yang lebih luas.
Budi berharap kolaborasi antarpemangku kepentingan terus diperkuat agar standardisasi dan peningkatan kompetensi teknisi dapat menjangkau lebih banyak tenaga kerja di Indonesia.
Melalui LSP Teknik Pendingin, PERPRINDO menargetkan penguatan kompetensi teknisi tata udara dan refrigerasi agar industri didukung tenaga kerja yang memenuhi standar serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan penerapan praktik pendinginan yang lebih berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi