- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bisnis Properti Aguan Makin Untung! Laba CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun
Kredit Foto: Youtube BEI
Emiten properti milik pengusaha Sugianto Kusuma alias Aguan, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), berhasil mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III-2026. Laba bersih perseroan melonjak 39% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp1,82 triliun hingga September 2026.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan, terutama dari penjualan dan serah terima kaveling tanah komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2.
Sepanjang Januari hingga September 2026, CBDK membukukan pendapatan sebesar Rp2,56 triliun. Angka ini tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan kaveling tanah komersial menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 80% terhadap total pendapatan perusahaan. Bahkan, serah terima kaveling di kawasan CBD PIK2 meningkat 67% secara tahunan.
Selain dari penjualan tanah, pendapatan CBDK juga ditopang oleh serah terima sejumlah produk komersial di kawasan PIK2. Produk tersebut meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Little Siam.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,82 triliun hingga September 2026. Capaian ini meningkat 39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi keuangan, kondisi perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Per 30 September 2026, total aset CBDK tercatat sebesar Rp22,4 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan meningkat 12% menjadi Rp13,7 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.
Tak hanya itu, CBDK juga membukukan posisi kas bersih (net cash) sebesar Rp3,4 triliun. Kondisi ini menunjukkan perusahaan masih memiliki dukungan likuiditas yang kuat untuk menopang kegiatan bisnis dan pengembangan proyek.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo mengatakan, pencapaian hingga September 2026 mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah kondisi industri properti yang masih menghadapi berbagai tantangan.
"Untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, CBDK juga memiliki cadangan lahan atau land bank seluas 691 hektare yang disiapkan untuk pengembangan kawasan CBD PIK2," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).
Selain mengembangkan properti, perusahaan juga terus memperkuat fasilitas komersial guna meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Salah satunya melalui Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang hingga kini telah menyelenggarakan sebanyak 51 acara.
Pengembangan fasilitas juga dilakukan melalui pembangunan Hotel Hilton PIK2. Hotel setinggi 20 lantai dengan kapasitas 271 kamar tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2027.
Kehadiran hotel ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akomodasi sekaligus mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di kawasan PIK2.
Baca Juga: Laba Emiten Aguan (ERAA) Melonjak 38%, Tembus Rp1,09 Triliun!
Baca Juga: Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Intip Kinerja GOTO di Kuartal III 2026
Baca Juga: Laba Operasi PTFI Anjlok 51,9% pada Kuartal III-2026
Steven menambahkan, pengembangan fasilitas dan peningkatan konektivitas kawasan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan aktivitas bisnis di PIK2. Salah satu proyek infrastruktur yang turut mendukung upaya tersebut adalah pembangunan Tol Kataraja.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, CBDK tidak hanya mengandalkan penjualan properti sebagai sumber pendapatan, tetapi juga mulai memperkuat potensi bisnis dari fasilitas komersial dan aktivitas kawasan.
Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan CBDK akan bergantung pada penjualan dan serah terima produk properti, perkembangan proyek, serta kemampuan perusahaan meningkatkan kontribusi fasilitas komersial di kawasan PIK2.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan