Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Anjlok 0,76% ke Level 5.059,45, Ratusan Saham Berguguran

        IHSG Anjlok 0,76% ke Level 5.059,45, Ratusan Saham Berguguran Kredit Foto: Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (29/10/2026) dengan pelemahan. Indeks dibuka di level 5.066,93 dan terus bergerak turun hingga menyentuh posisi 5.059,45.

        Berdasarkan data perdagangan, IHSG melemah 38,6 poin atau setara 0,76% ke level 5.059,45. Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak di rentang 5.057,42 hingga 5.072,89.

        Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi sebanyak 1,44 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp389,28 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 45.056 kali.

        Tekanan terhadap IHSG terlihat dari mayoritas saham yang bergerak di zona merah. Sebanyak 368 saham mengalami penurunan, sedangkan 102 saham berhasil menguat dan 168 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

        Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyusut menjadi Rp8.092,11 triliun.

        IHSG Menguji Level 5.000

        IHSG diperkirakan menguji level psikologis 5.000 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Proyeksi ini muncul di tengah pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya tekanan inflasi di negara tersebut.

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas mencatat, indeks di Wall Street ditutup melemah pada Kamis (29/10/2026). Koreksi terutama dipicu oleh penurunan saham-saham di sektor layanan komunikasi dan teknologi.

        Dari sisi makroekonomi, ekonomi AS tumbuh 3,4% pada kuartal III 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2,2% pada kuartal II 2026. Namun, laju inflasi berdasarkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) naik menjadi 3,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada September 2026, dari 3,4% pada bulan sebelumnya.

        "Perkembangan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar dalam mencermati arah kebijakan moneter AS ke depan," ungkap Phintraco Sekuritas.

        Baca Juga: IHSG Diprediksi Uji Level Psikologis 5.000 pada Akhir Pekan

        Baca Juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Waspadai Arus Keluar Asing

        Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuan di level 2,65% pada Kamis (29/10/2026), sesuai perkiraan pasar. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25% pada Jumat (30/10/2026).

        Dari pasar komoditas, harga minyak mentah Brent melemah terbatas dan ditutup di level US$114 per barel. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun (US Treasury yield) juga turun ke bawah level 5%.

        Sebaliknya, harga emas spot ditutup melemah 1% ke level US$4.026 per troy ounce pada Kamis (29/10/2026).

        Di tengah dinamika pasar global tersebut, investor domestik perlu mencermati pergerakan IHSG yang diperkirakan menguji level 5.000 pada perdagangan hari ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: