Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Belum Ada Tanda Pemulihan, IHSG Sempat Anjlok ke Level 4.990

        Belum Ada Tanda Pemulihan, IHSG Sempat Anjlok ke Level 4.990 Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok hingga menembus level psikologis 5.000 pada awal perdagangan Jumat (30/10/2026). Ini memperpanjang koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

        Berdasarkan data Google Finance pada pukul 09.38 WIB, IHSG bahkan sempat berada di level 4.990,27 atau anjlok 107,79 poin setara 2,11%. Padahal, indeks sebelumnya ditutup di posisi 5.098,06 pada perdagangan Kamis (29/10/2026).

        Tekanan jual sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan. IHSG dibuka pada level 5.066,94 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 5.116,01. Namun, indeks kemudian berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 4.979,34.

        Pelemahan tersebut terjadi setelah IHSG pada perdagangan Kamis (29/10/2026) sebelumnya juga terkoreksi tajam 3,49%. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap pasar saham domestik masih cukup kuat.

        Salah satu sentimen yang membayangi pasar adalah berlanjutnya arus keluar dana asing atau foreign outflow, pelemahan rupiah, serta ketidakpastian evaluasi klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

        Mengutip laporan Katadata, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,52 triliun di pasar reguler pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Tekanan jual turut menyasar saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.

        Baca Juga: IHSG Anjlok 0,76% ke Level 5.059,45, Ratusan Saham Berguguran

        Baca Juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Waspadai Arus Keluar Asing

        Isu transparansi dan keterbukaan kepemilikan saham yang menjadi perhatian MSCI juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi regulator. Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyampaikan komitmen untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta penegakan hukum guna menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia.

        Di tengah kondisi tersebut, investor masih mencermati efektivitas langkah pembenahan pasar modal dalam memulihkan kepercayaan, khususnya dari investor asing. Pergerakan IHSG selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama apakah indeks mampu kembali bertahan di atas level psikologis 5.000 atau justru melanjutkan koreksi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: