Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenperin Sebut Industri Makanan Makin Bergairah, Pesanan Ekspor Ikut Menguat

        Kemenperin Sebut Industri Makanan Makin Bergairah, Pesanan Ekspor Ikut Menguat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Kepercayaan Industri (IKI) subsektor makanan pada Oktober 2026 mencapai level tertinggi sepanjang tahun ini. Peningkatan tersebut didorong kenaikan pesanan, termasuk dari pasar ekspor, meskipun pelaku industri masih menghadapi kendala logistik yang memengaruhi kelancaran pengiriman produk.

        Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan, peningkatan pesanan industri makanan berkaitan dengan strategi pelaku usaha dalam memanfaatkan momentum menjelang sejumlah hari besar keagamaan.

        Permintaan diperkirakan mendapat dorongan dari periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang kemudian berlanjut ke Ramadan dan Idulfitri. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan kegiatan produksi.

        “Untuk komponen pesanan baru, permintaan didukung oleh strategi industri menjelang Nataru. Seperti tadi sudah disampaikan oleh Pak Sekjen, karena memang Nataru kita akan dilanjutkan dengan Ramadan dan Hari Raya. Jadi ini menjadi salah satu strategi yang disiapkan oleh industri untuk persiapan menyambut panjangnya masa kegiatan di bulan tahun yang akan datang,” kata Merri dalam pemaparan IKI Oktober 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

        Selain momentum hari besar keagamaan, peningkatan permintaan juga dipengaruhi kebutuhan produk untuk berbagai kegiatan pada akhir tahun. Merri menambahkan, kondisi cuaca yang lebih panas akibat fenomena El Niño turut mendorong permintaan sejumlah produk minuman.

        Di sisi lain, kebutuhan produk untuk penanganan bencana yang terjadi beberapa waktu terakhir juga masih berlanjut.

        Baca Juga: Menanti Cukai 2027, Kemenperin Ungkap Strategi Industri Rokok

        Baca Juga: Kemenperin Sebut Industri Manufaktur Makin Ekspansif, IKI Tembus 53,77

        Meski pesanan meningkat, kelancaran distribusi masih menjadi tantangan bagi industri makanan. Merri menjelaskan, kendala logistik memengaruhi pengiriman produk dan turut menekan variabel persediaan.

        Namun, Kementerian Perindustrian tidak merinci besaran dampak kendala tersebut terhadap pengiriman maupun persediaan industri makanan dalam pemaparan tersebut.

        Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,77%

        Di luar perkembangan IKI, industri makanan dan minuman juga mencatatkan pertumbuhan positif pada semester I/2026.

        Merri memaparkan, industri makanan dan minuman tumbuh 6,77% secara tahunan pada semester I/2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,09%.

        Dari sisi perdagangan, nilai ekspor industri makanan dan minuman pada Januari-Agustus 2026 mencapai US$34,65 miliar, meningkat 5,64% secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor ini juga mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$24,95 miliar.

        Sementara itu, realisasi investasi industri makanan dan minuman pada semester I/2026 mencapai Rp47,74 triliun.

        Perkembangan tersebut menjadi modal bagi industri untuk memanfaatkan potensi peningkatan permintaan pada akhir tahun. Kendati demikian, kelancaran distribusi tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar kenaikan pesanan dapat diikuti pengiriman produk secara optimal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: