Kredit Foto: Istimewa
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatatkan pendapatan dari Grup PT PLN (Persero) sebesar Rp10,80 triliun sepanjang Januari–September 2026. Namun, di tengah besarnya kontribusi penjualan tersebut, piutang usaha PTBA kepada Grup PLN juga meningkat hingga Rp2,68 triliun per 30 September 2026, atau melonjak sekitar 119% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,23 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, pendapatan dari Grup PLN mencapai Rp10,803 triliun, meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,762 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 30,7% dari total pendapatan konsolidasian PTBA yang mencapai Rp35,20 triliun.
Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa Grup PLN masih menjadi salah satu pelanggan utama PTBA. Sementara itu, posisi piutang usaha kepada Grup PLN meningkat Rp1,46 triliun hanya dalam sembilan bulan pertama 2026, dari Rp1,23 triliun pada 31 Desember 2025 menjadi Rp2,68 triliun pada akhir September 2026.
Peningkatan piutang Grup PLN tersebut juga menjadi bagian dari kenaikan total piutang usaha perusahaan. Dalam laporan keuangan yang sama, PTBA mencatatkan total piutang usaha bersih sebesar Rp5,82 triliun per September 2026, meningkat 47,9% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp3,93 triliun. Dengan demikian, piutang kepada Grup PLN setara sekitar 46% dari keseluruhan piutang usaha bersih perusahaan.
Dari sisi kualitas penagihan, laporan keuangan PTBA mencatatkan piutang usaha yang telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp269,50 miliar. Sementara itu, piutang yang jatuh tempo 31–90 hari mencapai Rp793,96 miliar dan piutang yang jatuh tempo 1–30 hari sebesar Rp1,66 triliun.
Namun, laporan tersebut menyajikan analisis umur piutang secara agregat dan tidak merinci secara khusus porsi piutang yang telah jatuh tempo dari Grup PLN. Karena itu, peningkatan saldo piutang kepada pelanggan tersebut belum dapat langsung diartikan sebagai keterlambatan pembayaran oleh PLN.
Baca Juga: PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional
Baca Juga: PLN Pusharlis Gandeng UNDIP untuk Perkuat Daya Saing Manufaktur Ketenagalistrikan
Di sisi lain, ketergantungan pendapatan terhadap pelanggan besar seperti Grup PLN menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam membaca struktur penjualan PTBA. Perubahan volume pembelian maupun pola pembayaran pelanggan utama dapat memengaruhi penerimaan kas dan pengelolaan modal kerja perusahaan.
Hingga September 2026, PTBA sendiri membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp35,20 triliun, meningkat 12,4% dibandingkan Rp31,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,41 triliun, melonjak sekitar 216% secara tahunan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: