Kredit Foto: Ist
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad, mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang Januari hingga September 2026.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp37,96 miliar atau meningkat 25,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp30,25 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan. Hingga akhir September 2026, RANS membukukan pendapatan sebesar Rp243,73 miliar, naik 5,06% secara tahunan dibandingkan Rp231,98 miliar pada periode Januari–September 2025.
Segmen hiburan dan gaya hidup menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai Rp169,61 miliar. Sementara itu, segmen penjualan produk baru menyumbang Rp74,11 miliar terhadap total pendapatan konsolidasian perseroan.
Meski pendapatan meningkat, beban pokok penjualan RANS juga mengalami kenaikan. Perseroan mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp154,18 miliar, naik 11,48% dibandingkan Rp138,29 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Di tengah peningkatan beban tersebut, RANS tetap mampu meningkatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp37,96 miliar. Capaian itu turut mendorong kenaikan laba per saham dari Rp2,40 pada Januari–September 2025 menjadi Rp3,01 pada periode yang sama tahun ini.
Dari sisi neraca, total aset RANS juga mengalami lonjakan signifikan. Per 30 September 2026, aset perseroan tercatat mencapai Rp855,72 miliar, meningkat dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp461,03 miliar.
Baca Juga: Transaksi Tambang Ilegal Capai Rp185 Triliun, Pemerintah Didesak Bongkar Jaringan Pemodal
Baca Juga: Dari Rp228 ke Rp111, Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terjun Bebas
Kenaikan aset tersebut terutama ditopang oleh peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp507,43 miliar. Kondisi ini turut memperkuat posisi keuangan perseroan di tengah pengembangan bisnisnya.
Sementara itu, total liabilitas RANS tercatat sebesar Rp77,21 miliar per September 2026. Nilai tersebut disertai penurunan liabilitas jangka panjang menjadi Rp3,30 miliar.
Pada saat yang sama, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp778,51 miliar dari Rp340,80 miliar pada akhir 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: