Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        SIG Kantongi Laba Rp532 Miliar per September, Penjualan Semen Domestik Tumbuh 4,2%

        SIG Kantongi Laba Rp532 Miliar per September, Penjualan Semen Domestik Tumbuh 4,2% Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang Januari–September 2026. Perusahaan berhasil membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532 miliar atau melonjak 363,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tidak diaudit, SIG mencatatkan pendapatan sebesar Rp27,67 triliun atau tumbuh 9,3% yoy. Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp21,55 triliun. Adapun EBITDA mencapai Rp3,56 triliun atau meningkat 8,4% yoy.

        Dari sisi operasional, total volume penjualan SIG mencapai 27,87 juta ton. Penjualan domestik menjadi salah satu penopang utama dengan volume 22,27 juta ton atau tumbuh 4,2% yoy, seiring dengan mulai pulihnya permintaan semen nasional.

        “Di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, SIG menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan sektor penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik. Capaian kinerja sembilan bulan tahun 2026 yang positif ini mengindikasikan keberhasilan strategi SIG mengatasi tantangan sekaligus menjaga tren pertumbuhan terus berlanjut,” kata Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dikutip Sabtu (31/10/2026).

        Penjualan segmen semen kantong domestik menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6% yoy, sementara segmen curah turut menyumbang dengan pertumbuhan 2,9% yoy.

        Kinerja penjualan yang bertumbuh menjadi penopang pendapatan SIG yang meningkat 9,3% yoy menjadi Rp27,67 triliun. Beban pokok pendapatan terkendali di angka 6,1% yoy seiring dengan peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya energi. Beban keuangan bersih tercatat turun sebesar 37,0% yoy sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan. EBITDA menguat 8,4% menjadi Rp3,56 triliun, dengan margin relatif stabil.

        “Optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang. Untuk menjaga profitabilitas tetap positif, ke depan SIG akan terus memaksimalkan peluang bisnis dan memperkuat upaya-upaya efisiensi,” ujar Indrieffouny Indra.

        Menjaga Profitabilitas untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

        SIG melihat industri semen domestik masih memiliki prospek yang menjanjikan, terlihat dari perbaikan permintaan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi. Sejumlah program pemerintah akan menjadi penggerak permintaan semen, seperti program 3 juta rumah, pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, giant sea wall, investasi industri dan hilirisasi, serta pembangunan sektor swasta meliputi high-rise residential, commercial areas, dan data center.

        Untuk menangkap peluang bisnis, SIG akan menjaga kepemimpinan di pasar domestik baik di segmen retail maupun curah melalui pengelolaan pasar mikro dan disiplin harga. Upaya mendorong produk turunan juga akan dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern yang terus berkembang.

        Baca Juga: SIG Siapkan Opsi Buyback Saham, Fokus Perkuat Kinerja Jangka Panjang

        Baca Juga: Investasi Global Bantu MSIG Life Imbangi Kerugian dari Pasar Domestik

        Selain memperkuat pasar domestik, SIG juga akan memaksimalkan pasar ekspor untuk menyiasati overcapacity industri semen domestik dan meningkatkan utilitas, serta mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil. Sejak Juni 2026, SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

        Dari aspek penguatan tata kelola, SIG menjalankan program Streamlining Entitas SIG Group dengan melakukan penataan anak usaha. Upaya ini bertujuan untuk mengoptimalkan model business dan menciptakan struktur organisasi bisnis yang efektif dan efisien.

        “SIG terus mempromosikan penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi untuk memberikan beragam solusi bagi berbagai kebutuhan pembangunan sehingga setiap aktivitas konstruksi, baik rumah hingga proyek-proyek nasional, dapat dibangun dengan material yang ramah lingkungan,” tutur Indrieffouny Indra.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: