Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Komdigi Petakan 5 Risiko AI bagi Indonesia, dari Kesenjangan hingga Kedaulatan Data

        Komdigi Petakan 5 Risiko AI bagi Indonesia, dari Kesenjangan hingga Kedaulatan Data Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana membeberkan 5 risiko dari kecerdasan buatan (AI).

        Salah satu risiko yang disoroti adalah potensi AI memperlebar kesenjangan di masyarakat. Sonny menilai, manfaat teknologi tersebut berpotensi tidak dirasakan secara merata, terutama antara masyarakat yang memiliki akses terhadap AI dan yang tidak.

        “AI ini akan widening the gap (memperbesar jarak). Antara kota, desa, antara masyarakat yang punya akses ke AI dengan yang tidak, antara yang kaya dan miskin,” ujar Sonny dalam Best Digital Finance Awards 2026 Warta Ekonomi, Jumat (30/10/2026).

        Risiko berikutnya berkaitan dengan keamanan dan perlindungan data. Pemanfaatan AI yang melibatkan pemrosesan data dalam jumlah besar turut menghadirkan tantangan terkait keamanan informasi dan potensi penyalahgunaan data.

        Sonny juga menyoroti penggunaan AI untuk mendukung praktik penipuan atau AI-enabled fraud. Teknologi ini memungkinkan pelaku membuat konten manipulatif, termasuk menggunakan video dan suara tiruan untuk meyakinkan korban.

        “AI enable fraud. Jadi ada teman saya ditelepon sama Raffi Ahmad, video call. Udah pakai AI untuk video call nipu orang,” kata Sonny.

        Baca Juga: Waspada Investasi Bodong, Begini Cara Melaporkan Penipuan Digital

        Selain penipuan, AI juga berpotensi memperburuk pencemaran informasi atau information pollution. Kemampuan teknologi tersebut dalam menghasilkan konten secara cepat dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak informasi menyesatkan dan hoaks.

        “Semua jadi expert. Hoaks-hoaks bertambah dan lebih mudah dengan adanya AI,” ujarnya.

        Risiko lainnya menyangkut kedaulatan dan kendali atas data. Sonny menempatkan persoalan tersebut sebagai salah satu tantangan yang perlu diperhatikan Indonesia dalam mengembangkan ekosistem AI, terutama terkait kendali atas data yang digunakan dan diproses oleh teknologi tersebut.

        Lebih lanjut, Sonny juga menyebut dampak sosial dan budaya sebagai risiko yang perlu menjadi perhatian dalam perkembangan AI.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: