Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jamkrindo Dorong 100 Mahasiswa Tangsel Ciptakan Peluang Usaha di Era Digital

        Jamkrindo Dorong 100 Mahasiswa Tangsel Ciptakan Peluang Usaha di Era Digital Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sekitar 100 mahasiswa mengikuti seminar bertajuk “Menciptakan Peluang Usaha di Tengah Revolusi Digital” yang diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan, Minggu (1/11/2026).

        Kegiatan yang diinisiasi oleh Inovasi Muda Indonesia dengan dukungan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) ini bertujuan membekali generasi muda dengan wawasan dan keterampilan untuk menangkap peluang usaha di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

        Melalui seminar ini, para mahasiswa diajak memahami bahwa perkembangan teknologi tidak hanya membawa tantangan bagi dunia kerja, tetapi juga membuka kesempatan untuk menciptakan inovasi, mengembangkan kreativitas, dan membangun usaha secara mandiri.

        Koordinator Inovasi Muda Indonesia, Ma'ruf Mutaqin, dalam sambutannya menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam mengambil peluang di tengah perubahan teknologi.

        "Seminar ini dirancang agar rekan-rekan mahasiswa mampu melihat setiap celah problem digital sebagai ruang kebutuhan pasar yang bernilai ekonomi. Jangan menunggu modal besar untuk bergerak, mulailah mengonversi ide kreatif tersebut menjadi rintisan usaha nyata dari skala paling kecil sekalipun," tegas Ma'ruf di hadapan para peserta.

        Seminar menghadirkan tiga pembicara yang membahas berbagai perspektif mengenai masa depan dunia kerja, disrupsi industri kreatif, dan strategi membangun bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.

        Dalam pemaparan materinya, Ma'ruf Mutaqin menyoroti perkembangan AI yang semakin memengaruhi berbagai sektor pekerjaan. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan meningkatkan keterampilan dan memahami cara memanfaatkan teknologi secara produktif.

        "AI itu bukan musuh yang datang untuk merebut pekerjaan kita, melainkan rekan kerja yang sangat efisien. Tugas mahasiswa sekarang bukan menghindari teknologi, melainkan melatih keahlian baru agar bisa mengendalikan sistem otomatisasi tersebut," ujar Ma'ruf.

        Sementara itu, CEO Monday Media Group, Deni Irawan, mengangkat isu disrupsi industri kreatif dan peluang kewirausahaan digital. Ia menilai perkembangan teknologi memberikan kesempatan semakin luas bagi anak muda untuk menghasilkan karya, membangun produk, dan menjangkau pasar tanpa harus bergantung pada pola bisnis konvensional.

        "Cara kerja lama sudah mati. Anak muda hari ini diuntungkan dengan fleksibilitas tinggi. Jangan mau cuma jadi penonton disrupsi, jadilah kreator mandiri yang memanfaatkan platform digital sebagai panggung bisnis baru kalian," ujar Deni.

        Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu diimbangi dengan kreativitas, keberanian bereksperimen, serta kejelian melihat persoalan di sekitar sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang memiliki nilai ekonomi.

        Melengkapi pembahasan tersebut, Founder Karir Anak, Faizal Kamal, membagikan strategi praktis membangun bisnis digital dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial.

        "Sekarang modal uang bukan lagi alasan utama untuk menunda bisnis. Dengan bantuan ekosistem AI, kalian bisa melakukan riset pasar, membuat konten, hingga analisis produk sendirian dari kamar kos tanpa birokrasi modal yang rumit," ungkap Faizal.

        Ia menjelaskan bahwa berbagai perangkat digital kini dapat membantu pelaku usaha pemula dalam menjalankan sejumlah proses bisnis, mulai dari mengenali kebutuhan pasar, menyusun strategi pemasaran, hingga mengembangkan konten promosi secara lebih efisien.

        Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para mahasiswa menilai seminar tersebut memberikan perspektif baru sekaligus mendorong mereka untuk lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja dan peluang kewirausahaan.

        "Kegiatan ini jadi semacam oase di tengah perkembangan teknologi AI yang sangat cepat. Anak muda seperti mahasiswa perlu memperkuat literasi dan skill," ujar Ifira Rezki Putra, salah satu peserta seminar.

        Hal senada disampaikan Juarfa, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat. Menurutnya, generasi muda telah memiliki potensi untuk mengembangkan kewirausahaan digital, namun tetap membutuhkan penguatan keterampilan agar mampu bersaing.

        "Anak-anak muda sekarang, terutama dari IMM Ciputat, sudah punya dasar entrepreneur digital. Hanya saja masih perlu melakukan reskilling agar kompetitif di pasar nasional maupun global," katanya.

        Dukungan Jamkrindo terhadap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha berbasis teknologi dan kreativitas.

        Melalui seminar “Menciptakan Peluang Usaha di Tengah Revolusi Digital”, para mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengubah gagasan menjadi produk, layanan, dan peluang bisnis yang bernilai ekonomi.

        Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi untuk menumbuhkan generasi wirausaha muda yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi perubahan ekonomi di era digital.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: