Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Phapros (PEHA) Melonjak 311%, Penjualan Tumbuh 15% hingga September 2026

        Laba Phapros (PEHA) Melonjak 311%, Penjualan Tumbuh 15% hingga September 2026 Kredit Foto: Phapros
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan laba bersih sebesar Rp31,60 miliar hingga kuartal III-2026, melonjak 311,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,68 miliar. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan penjualan dan peningkatan efisiensi operasional perusahaan farmasi tersebut.

        Direktur Utama Phapros, Intan Abdams Katoppo, mengatakan peningkatan profitabilitas merupakan hasil dari penguatan modal kerja, pengendalian biaya, pengembangan portofolio produk, serta transformasi proses bisnis yang dijalankan sejak 2025.

        “Kami optimistis tren positif kinerja keuangan Phapros akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Bahkan, kami juga yakin dengan fundamental yang kokoh, tren pertumbuhan akan terus berlanjut hingga tahun depan,” ujar Intan dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

        Sepanjang Januari–September 2026, Phapros mencatatkan penjualan sebesar Rp786,57 miliar, meningkat 15,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp683,58 miliar.

        Dari sisi operasional, EBITDA meningkat 30,26% menjadi Rp117,66 miliar. Margin EBITDA juga naik menjadi 15% dari sebelumnya 13,2%.

        Perusahaan turut mencatatkan perbaikan efisiensi produksi. Harga pokok penjualan (HPP) hanya meningkat 11,04% menjadi Rp384,04 miliar, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan sebesar 15,07%.

        Kondisi tersebut membuat rasio HPP terhadap penjualan turun menjadi 48,8% dari 50,6%. Sementara itu, laba kotor meningkat 19,19% menjadi Rp402,53 miliar dari Rp337,72 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 51,2% dari 49,4%.

        Perbaikan kinerja juga tercermin pada laba usaha yang tumbuh 55,90% menjadi Rp80,97 miliar dibandingkan Rp51,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak bahkan meningkat 233,59% menjadi Rp48,65 miliar dari Rp14,58 miliar.

        Dari sisi arus kas, Phapros mencatatkan kenaikan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 142,85% menjadi Rp129,96 miliar. Posisi kas dan setara kas per 30 September 2026 juga meningkat 70,54% menjadi Rp157,54 miliar dibandingkan Rp92,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Phapros Gandeng CT ARSA, Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Korban Karhutla

        Baca Juga: Laba Phapros Naik 541%, Valuasi Saham PEHA Masih 4,97 Kali

        Adapun total aset perusahaan mencapai Rp1,45 triliun per September 2026, meningkat 4,74% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp1,39 triliun.

        Phapros menyatakan akan melanjutkan strategi pengendalian biaya, penguatan portofolio produk, serta peningkatan keandalan operasional untuk menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: