- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
ITSEC Asia (CYBR) Perkuat Bisnis AI, Pendapatan Kuartal III Tumbuh 39%
Kredit Foto: ITSEC Asia
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp92,8 miliar pada kuartal III-2026, meningkat 39% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah pertumbuhan pendapatan tersebut, perusahaan keamanan siber dan kecerdasan buatan ini berhasil menekan rugi operasional hampir separuhnya menjadi Rp15,7 miliar.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi untuk menjawab kebutuhan pelanggan.
“Kami menyambut positif pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi pada kuartal ini. Kami terus berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Masih ada pekerjaan yang perlu kami tuntaskan, tetapi kami melihat perkembangan pada kuartal ini sebagai momentum yang baik untuk memasuki bulan-bulan terakhir tahun ini dengan posisi yang lebih kuat,” ujar Patrick dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, laba kotor ITSEC Asia tumbuh 57% pada kuartal III-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Margin laba kotor juga meningkat 3,4 poin persentase menjadi 29,9%.
Sementara itu, rugi usaha turun dari Rp30,4 miliar pada kuartal III-2025 menjadi Rp15,7 miliar pada periode yang sama tahun ini. Rugi bersih kuartalan juga berhasil ditekan 53% secara tahunan.
Perusahaan turut mencatatkan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,9 miliar, berbalik dari posisi beban sebesar Rp2,7 miliar pada kuartal III-2025.
Secara kumulatif, ITSEC Asia membukukan laba bersih Rp22,6 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perusahaan menyebut capaian tersebut turut dipengaruhi manfaat pajak signifikan dari penyesuaian periode sebelumnya sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja operasional kuartal III.
Dari sisi neraca, total ekuitas konsolidasian per 30 September 2026 mencapai Rp304,1 miliar, naik 18,7% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp256,2 miliar. Piutang usaha turun 22,3% menjadi Rp44,8 miliar dari Rp57,7 miliar.
Di sisi lain, aset kontrak meningkat menjadi Rp214,1 miliar dari Rp187,7 miliar pada akhir 2025. Aset tersebut mencerminkan pekerjaan yang telah dilaksanakan berdasarkan kontrak pelanggan, tetapi hak perusahaan untuk menerima pembayaran masih bergantung pada pemenuhan tahapan penagihan atau persyaratan kontraktual.
Selain memperkuat kinerja keuangan, ITSEC Asia mengembangkan portofolio teknologi melalui peluncuran Bronyx AI pada Juli 2026. Platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI tersebut dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan keamanan siber.
Perusahaan juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui ITSEC Cyber & AI Academy yang didirikan pada Maret 2025. Inisiatif tersebut difokuskan pada pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan.
Baca Juga: ITSEC Asia dan Komdigi Bahas Kedaulatan Digital hingga Ancaman Komputasi Kuantum
Baca Juga: ITSEC Asia Ekspansi ke Afrika, Gandeng Perusahaan Pantai Gading Garap Keamanan Siber
Baca Juga: Mengapa Bank Masih Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber? Ini Kata ITSEC
Patrick mengatakan perusahaan akan melanjutkan pengembangan solusi AI dan keamanan siber serta memperluas peluang pasar untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
“Kami optimistis terhadap peluang yang ada di depan. Kebutuhan akan kapabilitas keamanan siber yang lebih kuat akan terus meningkat seiring semakin luasnya adopsi AI dan keterhubungan digital dalam dunia bisnis. Fokus kami adalah menerjemahkan peluang tersebut menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi ITSEC Asia,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: