Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Modus Rekrutmen Tentara Bayaran Rusia Terbongkar! Eks TNI-Polri Ikut Jadi Korban

        Modus Rekrutmen Tentara Bayaran Rusia Terbongkar! Eks TNI-Polri Ikut Jadi Korban Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Modus perekrutan tentara bayaran Rusia melalui iklan lowongan kerja di media sosial ternyata menyasar berbagai kalangan. Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri mengungkap bahwa korban tidak hanya berasal dari warga sipil, tetapi juga mantan anggota TNI dan Polri.

        Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah mengatakan para korban awalnya tidak ditawari secara langsung untuk menjadi tentara bayaran. Mereka justru dijanjikan pekerjaan lain, salah satunya sebagai pekerja logistik.

        “Untuk yang direkrut itu tidak hanya warga sipil, tapi juga ada eks TNI dan eks Polri,” kata Nurul di Jakarta, Senin (2/11/2026), seperti dikutip Antara.

        Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol Yolanda Evalyn Sebayang menjelaskan, perekrutan dilakukan melalui iklan di media sosial. Pelaku menawarkan beragam pekerjaan di sejumlah negara dengan iming-iming gaji besar.

        Calon pekerja kemudian diminta mendaftar melalui tautan yang disediakan. Setelah mengisi pendaftaran, mereka dihubungi dan dijemput oleh pihak perekrut.

        Namun, para korban baru mengetahui pekerjaan sebenarnya ketika sudah dijemput dan dibawa ke lokasi tertentu. Di tempat itulah mereka diberi tahu bahwa pekerjaan yang ditawarkan adalah menjadi tentara bayaran di Rusia.

        “(Dijemput, red.) untuk ke titik tempat mereka diberitahukan bahwa pekerjaan yang ditawarkan sebenarnya adalah menjadi tentara bayaran di Rusia,” kata Yolanda.

        Apabila bersedia, korban diminta menandatangani perjanjian keberangkatan. Sebaliknya, mereka yang menolak atau meminta dipulangkan diwajibkan mengganti biaya transportasi menuju daerah asal masing-masing.

        Yolanda mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama lowongan yang menjanjikan gaji besar tetapi tidak menjelaskan secara terbuka jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

        Baca Juga: Rusia Pasang Badan! Kucurkan Rp17,9 Triliun Buat Iran Saat Perang Lawan AS Makin Memanas!

        Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse PPA-PPO di sejumlah Polda saat ini menangani lima laporan polisi terkait dugaan TPPO dengan modus perekrutan tentara bayaran Rusia.

        Dari lima laporan tersebut, penyidik telah menetapkan 13 tersangka. Sementara itu, jumlah korban yang tercatat dalam perkara tersebut mencapai 58 orang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: