Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IBCSD Dorong Hotel di Bali Jadi Garda Terdepan Pengurangan Sisa Pangan

        IBCSD Dorong Hotel di Bali Jadi Garda Terdepan Pengurangan Sisa Pangan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Bali -

        Sektor perhotelan memiliki peran strategis dalam mengurangi sisa pangan dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali. Melalui pengukuran yang konsisten dan pengelolaan berbasis data, hotel dapat menekan makanan terbuang, meningkatkan efisiensi operasional serta mengurangi beban sampah di kawasan wisata.

        Untuk mendorong upaya tersebut, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030 menyelenggarakan lokakarya di Badung, Bali. Kegiatan bertema “Memperkuat Peran Hotel dalam Mengurangi Sisa Pangan untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan” ini diikuti 78 peserta dari hotel, resor, PHRI Bali, IFBEC Bali, signatori GRASP 2030 serta pemerintah pusat dan daerah.

        Berdasarkan data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025, timbulan sampah di Bali mencapai 3.436 ton per hari. Sisa makanan menyumbang 18,82% dari total komposisi sampah sehingga pengurangan dari sumbernya termasuk sektor HOREKA menjadi sangat penting.

        Dalam sambutan Bupati Badung yang disampaikan Kadis Pariwisata Badung, ditegaskan pariwisata harus tumbuh seiring tanggung jawab menjaga lingkungan. Sementara itu, Kementerian Pariwisata menyebut Bali sebagai etalase utama pariwisata Indonesia dengan target kontribusi 8% terhadap pertumbuhan ekonomi hingga 2045.

        Dari sisi pengelolaan sampah, Kementerian Lingkungan Hidup menekankan kesenjangan antara regulasi dan implementasi masih menjadi tantangan utama. Pelaku HOREKA didorong menerapkan prinsip 3R, memilah sampah sejak sumber, mendonasikan pangan layak konsumsi dan mencatat sampah harian melalui logbook.

        Pengurangan sisa pangan membutuhkan pemahaman mengenai jumlah, sumber dan penyebab makanan terbuang secara terukur. Untuk itu, GRASP 2030 mendorong pendekatan Target–Measure–Act untuk mengidentifikasi pemborosan sejak pengadaan hingga penyajian.

        Melalui piloting bersama empat hotel di Bali, pendekatan tersebut menunjukkan hasil yang menjanjikan. Salah satu hotel berhasil menurunkan total sisa pangan sebesar 38%, dengan rata-rata per tamu turun dari 282 gram menjadi 173 gram dalam beberapa minggu.

        Radisson Blu Bali Uluwatu dan Pullman Bali Legian Beach yang terlibat piloting turut berbagi pengalaman implementasi. Radisson Blu menyampaikan partisipasinya sejalan dengan program manajemen di kawasan SEA Pacific, sementara Pullman menekankan pentingnya komitmen manajemen agar praktik berjalan konsisten.

        Selain pencegahan, penyelamatan pangan layak konsumsi juga menjadi bagian penting dari upaya pengurangan sisa pangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyampaikan bahwa sejak 2023 bersama Badan Pangan Nasional, Pemprov mendorong pemanfaatan pangan layak konsumsi melalui Surat Edaran Gubernur tentang Gerakan Selamatkan Pangan.

        Kepala DLHK Kabupaten Badung mengingatkan bahwa pemilahan harus diikuti pengangkutan dan pengolahan yang tepat. Hal tersebut diperlukan agar sampah tidak kembali tercampur atau berakhir tanpa pengelolaan yang sesuai.

        Sebagai bagian dari lokakarya, peserta mengikuti diskusi kelompok untuk mengidentifikasi praktik berjalan, tantangan dan dukungan yang dibutuhkan. Hasil diskusi tersebut diharapkan menjadi masukan untuk langkah tindak lanjut yang sesuai kebutuhan industri perhotelan.

        Menutup kegiatan, Team Leader GRASP 2030 mengundang pelaku usaha HOREKA di Bali untuk bergabung menjadi bagian dari GRASP 2030. Melalui pengelolaan sisa pangan yang terstruktur, sektor perhotelan dapat memperkuat daya saing sekaligus mendukung keberlanjutan destinasi wisata Bali.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Redaksi

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: