Sivali Gandeng Universitas Telkom, Siapkan Talenta Digital Berbasis Open Source
Kredit Foto: Sivali
Sivali Cloud Technology menggandeng Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom untuk memperkuat kompetensi talenta digital melalui pembelajaran komputasi awan (cloud computing) dan teknologi sumber terbuka (open source). Kolaborasi ini dilakukan untuk mendekatkan materi pendidikan perguruan tinggi dengan kebutuhan kompetensi industri digital.
Direktur Utama Sivali Cloud Technology, Wong Sui Jan, mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri di tengah percepatan transformasi digital.
“Upaya bersama ini untuk membentuk mahasiswa menjadi talenta muda yang mumpuni dalam percepatan transformasi digital Indonesia. Momentum kerja sama ini juga menjadi istimewa karena bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda,” kata Wong dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).
Salah satu bentuk kontribusi Sivali dalam kolaborasi tersebut adalah menghadirkan Canonical Academy, program pelatihan dan sertifikasi sistem operasi Ubuntu yang dikelola bersama Canonical Ltd. Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh kesempatan mempelajari sistem operasi berbasis Linux dan ekosistem open source yang digunakan dalam berbagai kebutuhan teknologi informasi.
Sivali Cloud Technology merupakan distributor resmi Canonical di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara. Canonical sendiri merupakan perusahaan teknologi global pengembang Ubuntu.
Wong menjelaskan, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi juga pemahaman mengenai sistem dan perangkat lunak berbasis open source. Kompetensi tersebut dinilai penting karena teknologi sumber terbuka digunakan dalam pengembangan berbagai infrastruktur digital.
Dalam kerja sama ini, Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom menyiapkan dukungan akademik melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, dan staf, serta pemanfaatan laboratorium dan perangkat lunak pendukung.
Dekan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom, Muhammad Iqbal, mengatakan kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal teknologi yang digunakan industri sejak masih berada di bangku kuliah.
“Bagi mahasiswa, kerja sama ini membuka jalur untuk mengenal teknologi komputasi awan dan sumber terbuka yang digunakan di industri. Pengenalan itu berlangsung di ruang kelas, bukan hanya setelah mereka diterima bekerja,” ujar Iqbal.
Ruang lingkup kerja sama mencakup enam kegiatan, yakni studi satu semester di kampus mitra, penelitian dan publikasi bersama, dosen tamu, berbagi pengetahuan, seminar, serta webinar. Praktisi industri juga akan dilibatkan untuk memperkaya proses pembelajaran melalui pengalaman kerja secara langsung.
Selain memperkuat kompetensi mahasiswa, kerja sama tersebut membuka peluang penelitian bersama yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Bagi perusahaan, pendekatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat adaptasi lulusan baru ketika memasuki lingkungan kerja.
Kolaborasi Sivali dan Universitas Telkom juga dikaitkan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengembangan kompetensi open source turut memiliki relevansi dengan kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, khususnya Pasal 35, mengatur bahwa pembangunan dan pengembangan aplikasi SPBE mengutamakan penggunaan kode sumber terbuka.
Dengan demikian, penguatan kompetensi teknologi open source tidak hanya relevan bagi kebutuhan industri, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan talenta untuk implementasi transformasi digital di sektor pemerintahan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: