Sivali Gandeng Netra Runtime, Buka Akses AI untuk Korporasi dan Developer
Kredit Foto: Sivali
PT Sivali Catur Lestari atau Sivali Cloud Technology menggandeng PT Netra Runtime Indonesia untuk memperluas akses layanan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi korporasi dan pengembang teknologi (developer). Kolaborasi ini mengintegrasikan teknologi inference AI Netra ke dalam ORCA Hub milik Sivali sekaligus membuka peluang pengembangan layanan komputasi terdistribusi atau federated compute.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Direktur Utama Sivali Cloud Technology Wong Sui Jan dan Direktur Utama Netra Runtime Indonesia Rifky Bujana Bisri di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Dalam kolaborasi ini, Netra menyediakan teknologi runtime dan inference AI, termasuk layanan hosted inference, API, serta private deployment. Sementara itu, Sivali melalui ORCA Hub menangani integrasi layanan, pengembangan pasar, distribusi, marketplace, penagihan (billing), orkestrasi layanan, dan akses pelanggan.
Integrasi tersebut memungkinkan pelanggan mengakses layanan AI Netra melalui ORCA Hub dengan skema penggunaan yang dapat disesuaikan, mulai dari berlangganan hingga pembayaran berdasarkan pemakaian. Platform ini juga dirancang menyediakan satu akun, saldo, dan sistem penagihan untuk mengakses berbagai layanan cloud dan AI.
Direktur Utama Sivali Cloud Technology Wong Sui Jan mengatakan, pengembangan ekosistem teknologi membutuhkan kolaborasi untuk mempercepat implementasi sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
"Percepatan teknologi adalah tanggung jawab yang perlu disikapi bersama, dengan membangun ekosistem yang sehat dan berkesinambungan. Kami mendukung talenta muda digital dan memenuhi persyaratan kepatuhan kepada regulator, agar percepatan ini memudahkan implementasi yang berkesinambungan," kata Wong.
Bidik Kebutuhan AI Korporasi
Kolaborasi Sivali dan Netra menyasar kebutuhan perusahaan yang ingin mengimplementasikan AI tanpa harus membangun seluruh fondasi teknologi secara mandiri.
Bagi pengembang, integrasi ORCA Hub membuka akses terhadap layanan inference AI tanpa perlu membangun sendiri seluruh komponen runtime dan infrastrukturnya. Adapun bagi korporasi, kerja sama ini menyediakan jalur pengembangan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Sejumlah penggunaan yang disiapkan untuk segmen perusahaan mencakup private AI, dedicated GPU, internal copilot, retrieval-augmented generation (RAG), AI agent, inference API, hingga platform AI.
Dalam implementasinya, Sivali dapat membantu mengidentifikasi peluang, merancang solusi, dan mendukung penerapan teknologi. Sementara itu, Netra menyediakan dukungan teknis, penentuan kebutuhan kapasitas (sizing), runtime, pengujian kinerja (benchmark), serta pendampingan proof of concept (PoC).
Direktur Utama Netra Runtime Indonesia Rifky Bujana Bisri mengatakan, perusahaan mengembangkan teknologi mandiri dengan memanfaatkan AI untuk mendukung kebutuhan kepatuhan regulasi.
"Sebagai talenta anak bangsa, kami membangun teknologi mandiri dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung kepatuhan regulasi. Kami mengundang talenta anak bangsa, pelaku industri, dan regulator berpartisipasi aktif, agar kerja sama ini memudahkan implementasi dan sampai kepada pengguna," ujar Rifky.
Kembangkan Model Federated Compute
Selain mengintegrasikan layanan AI, kedua perusahaan menyiapkan model federated compute yang memungkinkan pemilik unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) bergabung sebagai penyedia kapasitas komputasi melalui ORCA Hub.
Dalam model tersebut, Netra menyediakan runtime, sedangkan ORCA Hub mengelola marketplace, penagihan, dan penyelesaian transaksi (settlement). Sivali juga menangani proses penerimaan mitra penyedia GPU, sementara Netra bertanggung jawab memvalidasi kompatibilitas runtime dan persyaratan teknis untuk menjalankan inference AI.
Skema ini membuka peluang pemanfaatan kapasitas GPU dari berbagai penyedia untuk menjalankan beban kerja AI. Dengan demikian, pemilik GPU berpotensi berpartisipasi sebagai penyedia sumber daya komputasi, sementara pengguna dapat mengakses kapasitas tersebut melalui platform terintegrasi.
Vice President of Technology Sivali Cloud Technology Safira Zahira mengatakan, pengembangan teknologi berbasis ekosistem open source dapat membuka ruang bagi talenta lokal untuk membangun solusi yang memenuhi kebutuhan perusahaan.
"Partisipasi aktif anak muda bangsa menjadi bukti bahwa generasi penerus yang tangguh tidak menunggu teknologi milik orang lain. Mereka membangun kemandirian teknologi sendiri dari ekosistem open source, sampai layak diadopsi enterprise," kata Safira.
Melalui kerja sama ini, Sivali dan Netra menyiapkan jalur integrasi antara teknologi AI, kapasitas komputasi, platform layanan, dan kebutuhan pengguna. Implementasi selanjutnya akan dikembangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknis, komersial, dan kebutuhan pelanggan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: