Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sudirman Said Sepakat dengan SBY soal Politik Indonesia Jadi Begitu Liar

        Sudirman Said Sepakat dengan SBY soal Politik Indonesia Jadi Begitu Liar Kredit Foto: Andi Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan sepakat dengan pandangan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyoroti kondisi politik Indonesia semakin liar.

        Sudirman menilai situasi tersebut menjadi panggilan sejarah bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan kehidupan berbangsa dan bernegara pada prinsip-prinsip dasar.

        Sudirman menyebut Indonesia saat ini berada dalam situasi yang ia gambarkan sebagai “kubangan hitam” perjalanan bangsa. Menurutnya, para pemimpin negara memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki kondisi tersebut.

        “Saya setuju dengan pandangan Presiden SBY. Ini panggilan sejarah bagi Presiden Prabowo Subianto,” kata Sudirman Said.

        Ia menegaskan, upaya memperbaiki keadaan perlu dilakukan dengan mengembalikan prinsip dasar kehidupan bernegara.

        Sudirman kemudian merujuk pada Manifesto Konferensi Republik yang memuat sembilan prinsip untuk memperbaiki tata kelola negara.

        Sembilan Prinsip Manifesto Konferensi Republik

        Dalam pernyataannya, Sudirman Said menyampaikan sembilan prinsip yang menurutnya perlu menjadi pijakan dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.

        1. Negara berada di dalam masyarakat, bukan sebaliknya.

        2. Pemerintah berperan sebagai pengurus, bukan penguasa.

        3. Jabatan publik diberikan kepada orang yang cakap, bukan berdasarkan kedekatan.

        4. Ekonomi merupakan usaha bersama, bukan milik segelintir orang.

        5. Alam merupakan titipan bagi generasi mendatang, bukan sumber eksploitasi tanpa batas.

        6. Pengetahuan lahir dari berbagai tempat dan desa berhak untuk hidup.

        7. Daerah berhak mengelola kepentingannya bersama warga.

        8. Setiap warga negara memiliki kedudukan setara dan berhak hidup layak.

        9. Kekuasaan harus selalu dapat diawasi dan dikoreksi.

        Sudirman menegaskan bahwa Republik Indonesia merupakan milik seluruh rakyat dan tanggung jawab untuk memperbaikinya harus dilakukan bersama.

        “Republik ini milik kita. Kita yang mendirikannya, kita yang merawatnya, dan kita yang akan memperbaikinya. Mulai hari ini!” ujarnya.

        SBY Soroti Politik Indonesia yang Dinilai Semakin Liar

        Sebelumnya, SBY juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi politik Indonesia. Ia menilai upaya memperoleh kekuasaan politik berpotensi dilakukan dengan mengabaikan aspek moralitas.

        SBY mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi politik yang dinilai semakin tidak terkendali dan dapat membuat masyarakat merasa takut serta tidak tenteram di negara sendiri.

        “Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apa pun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” kata SBY.

        Ia kemudian meminta Presiden Prabowo menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.

        “Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat,” ujarnya.

        SBY juga berharap Prabowo mendapatkan kekuatan dan tuntunan untuk menjalankan misi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: