Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dipimpin Sudirman Said, Konferensi Republik Tetapkan Tiga Mandat Utama hingga Siapkan Kepengurusan Awal

Dipimpin Sudirman Said, Konferensi Republik Tetapkan Tiga Mandat Utama hingga Siapkan Kepengurusan Awal Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konferensi Republik yang digelar di sebuah kafe di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, menghasilkan tiga mandat utama. Ketiga mandat tersebut meliputi penyusunan platform bersama, perancangan desain pengorganisasian, serta pembentukan pengurus perintis organisasi.

Keputusan tersebut disepakati dalam forum yang tetap berlangsung meski lokasi penyelenggaraan di Universitas Indonesia dibatalkan pada menit-menit terakhir. Acara kemudian dialihkan ke format daring yang diikuti lebih dari 200 peserta dari ratusan organisasi masyarakat sipil, sementara sekitar 150 peserta hadir secara langsung di lokasi di Cikini.

Ketua Umum Konferensi Republik, Sudirman Said, mengatakan perubahan lokasi tidak mengurangi antusiasme peserta. Menurutnya, semangat forum tetap terjaga sebagaimana pelaksanaan Konferensi Republik sebelumnya di Yogyakarta.

Ia menilai forum tersebut lahir dari inisiatif kolektif dan partisipatif berbagai kalangan. Sudirman menyebut kegelisahan masyarakat di berbagai daerah menjadi salah satu alasan berkumpulnya peserta dari tujuh generasi untuk mendiskusikan beragam persoalan publik.

"Ini untuk mengingatkan bahwa republik ini bukan milik perseorangan," ujar Sudirman, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri, Minggu (28/6/2026).

Wakil Ketua Umum Konferensi Republik, Jaleswari Pramodhawardani, menyatakan perpindahan lokasi penyelenggaraan tidak mengurangi optimisme peserta. Menurutnya, diskusi sengaja dibuka di ruang publik agar berbagai gagasan dari beragam kelompok dapat dihimpun dan diterjemahkan menjadi langkah nyata.

Ia menambahkan, forum tersebut tidak hanya bertujuan mencari titik temu, tetapi juga menjadi ruang untuk mengelola perbedaan pandangan dengan tetap berfokus pada tujuan bersama.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konferensi Republik, Yanuar Nugroho, menjelaskan bahwa platform bersama yang akan disusun ditujukan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat sipil. Adapun desain organisasi akan dibangun dalam bentuk jejaring yang menghubungkan berbagai aktor dari latar belakang berbeda tanpa mengadopsi struktur organisasi yang terpusat.

Menurutnya, model tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, profesional, dan berbagai kelompok masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu-isu publik. Kepemimpinan organisasi juga dirancang bersifat kolektif dan berorientasi pada kelembagaan dengan menjadikan nilai-nilai bersama sebagai landasan utama.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia unsur mahasiswa sekaligus kolaborator acara, Razaan Bayu Rachman, menilai masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang diskusi yang mempertemukan berbagai kalangan untuk bertukar gagasan. Ia berharap Konferensi Republik dapat menginspirasi lahirnya forum-forum serupa di berbagai daerah.

Selain menetapkan tiga mandat utama, forum juga menampung usulan 20 nama formatur yang akan menyusun kepengurusan awal organisasi. Sejumlah nama yang diusulkan antara lain Dandhy Laksono, Agus Sari, Rene Suhardono, Untoro Hariadi, Maria Selastiningsih, Ahmad Mujahid, Joko Susilo, Chandra M. Hamzah, serta Sudirman Said, Jaleswari Pramodhawardani, dan Yanuar Nugroho.

Baca Juga: Sudirman Said: Kerusakan Tata Kelola Mengancam Ekonomi Nasional

Sudirman mengatakan para formatur akan segera menggelar rapat untuk menyusun kepengurusan awal. Ia menegaskan bahwa struktur organisasi tersebut bersifat perintis dan masih terbuka untuk berkembang seiring perjalanan organisasi.

Ke depan, penyelenggara juga berencana menggelar Konferensi Republik secara bergilir di sejumlah kota yang telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas ruang diskusi publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam membahas berbagai isu kebangsaan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: