Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Holding Keuangan Grup Salim Borong Saham Baru Bank Ina, Ada Apa?

        Holding Keuangan Grup Salim Borong Saham Baru Bank Ina, Ada Apa? Kredit Foto: Bank Ina
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) memperoleh tambahan modal Rp50 miliar setelah menuntaskan aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Seluruh saham baru yang diterbitkan diserap PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (Inare), perusahaan yang berperan sebagai holding keuangan Grup Salim.

        Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (4/11/2026), Bank Ina menerbitkan 13.812.155 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp3.620 per saham. Saham bernilai nominal Rp100 per lembar tersebut telah diterbitkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 November 2026.

        Dari transaksi ini, perseroan menghimpun dana sebesar Rp50,0000011 miliar. Seluruh saham baru dibeli Inare, sehingga perusahaan tersebut memperoleh tambahan kepemilikan di Bank Ina.

        Manajemen menjelaskan, aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan, termasuk mendukung pemenuhan ketentuan modal inti perbankan.

        Setelah transaksi, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh BINA meningkat dari 6,13 miliar menjadi 6,15 miliar saham. Saham baru tersebut setara sekitar 0,225% dari total saham setelah private placement. Dengan demikian, kepemilikan pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi mengalami dilusi secara proporsional.

        Inare bukan sekadar perusahaan reasuransi. Perusahaan yang didirikan pada 2020 tersebut juga ditunjuk sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan atau Financial Holding Company Grup Salim.

        Baca Juga: Emiten Kebun Salim (SIMP) Dipanggil Singapura soal Karhutla, Manajemen Buka Suara

        Baca Juga: Dua Emiten Milik Salim Siap Buyback Saham Rp1,5 Triliun

        Mengutip situs resminya, Inare memperoleh izin usaha reasuransi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Januari 2022. Statusnya sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan kemudian diperkuat melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-3/KS.1/2026 tertanggal 13 Januari 2026.

        Konglomerasi keuangan Grup Salim memiliki kegiatan usaha di berbagai sektor, mulai dari perasuransian, perbankan, pembiayaan, pasar modal, hingga dana pensiun.

        Tambahan modal dari Inare memperkuat permodalan Bank Ina sekaligus menambah kepemilikan holding keuangan Grup Salim di perseroan. Namun, saham baru yang diterbitkan hanya sekitar 0,225% dari total saham setelah transaksi, sehingga aksi ini tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan pengendalian Bank Ina.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: