Kredit Foto: Indofood
PT Moya Indonesia, perusahaan penyedia infrastruktur air yang merupakan bagian dari Grup Salim, bersiap menghimpun dana hingga sekitar Rp2 triliun melalui Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Wakalah. Aksi korporasi tersebut menjadi salah satu pendanaan terbesar di sektor air nasional tahun ini dan ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis penyediaan air bersih.
Berdasarkan prospektus perusahaan, seluruh dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebagai tambahan modal kepada sejumlah entitas anak. Dana tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk melakukan refinancing pinjaman proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), termasuk kewajiban kepada perbankan, serta mendukung kebutuhan operasional dan investasi anak usaha.
Dalam skema penjaminan penuh (full commitment), sebagian dana akan disalurkan kepada PT Moya Tangerang (MT) dan PT Aetra Air Tangerang (AAT), dua entitas yang menjadi tulang punggung bisnis air perseroan. Salah satu alokasi dana obligasi mencapai Rp202,40 miliar untuk MT, sedangkan Rp366,64 miliar dialokasikan kepada AAT sebagai tambahan modal.
Prospektus juga menyebutkan apabila terdapat tambahan dana dari porsi penjaminan best effort, dana tersebut akan kembali diprioritaskan untuk memperkuat permodalan MT dan AAT sebelum dialokasikan kepada entitas anak lainnya.
Langkah tersebut menunjukkan fokus Moya dalam memperkuat bisnis penyediaan air yang selama ini menjadi salah satu portofolio infrastruktur strategis Grup Salim. Melalui sejumlah anak usaha, Moya mengelola proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di berbagai daerah di Indonesia, baik melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) maupun kerja sama dengan perusahaan daerah air minum (PDAM).
Baca Juga: DCII Milik Salim dan Toto Sugiri Siap Ekspansi Besar, Fitch Ungkap Prospeknya
Baca Juga: INDF dan ICBP Bagikan Dividen, Kantong Anthoni Salim Berpotensi Bertambah Rp3,7 Triliun
Baca Juga: Indofood (INDF) Bagi Dividen Rp290 per Saham, Anthoni Salim Sampaikan Pesan untuk Investor
Pendanaan baru ini juga akan digunakan untuk menggantikan pembiayaan proyek yang sebelumnya berasal dari fasilitas kredit investasi perbankan. Salah satu fasilitas tersebut memiliki plafon hingga Rp1,22 triliun dengan estimasi saldo pokok sekitar Rp1,20 triliun per 30 Juni 2026. Setelah memperoleh dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk, perseroan berencana melunasi kewajiban tersebut melalui mekanisme refinancing.
Pinjaman tersebut sebelumnya digunakan untuk membiayai pembangunan berbagai infrastruktur SPAM, antara lain pembangunan intake, water treatment plant (WTP), jaringan perpipaan, hingga fasilitas pendukung distribusi air bersih.
Moya Indonesia merupakan perusahaan induk yang mengembangkan bisnis penyediaan air melalui investasi dan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD. Entitas anak perseroan menjalankan dua model bisnis utama, yakni penyediaan air minum terintegrasi (full water supply services) dan penyediaan air curah (bulk water supply) kepada PDAM.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: