Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Ujian Skripsi hingga Wisuda, Jokowi Ungkap Detail Kelulusannya di UGM

        Dari Ujian Skripsi hingga Wisuda, Jokowi Ungkap Detail Kelulusannya di UGM Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membeberkan secara terperinci perjalanan akademiknya selama menempuh pendidikan strata satu (S1) di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengungkap tanggal ujian skripsi hingga pelaksanaan wisuda saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu.

        Keterangan tersebut disampaikan Jokowi saat hadir sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Roy Suryo dan sejumlah pihak lainnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

        Di hadapan majelis hakim, Jokowi menjelaskan bahwa dirinya menjalani ujian skripsi pada 23 Oktober 1985. Setelah dinyatakan lulus, ia mengikuti prosesi wisuda bersama lulusan dari seluruh fakultas di UGM pada 19 November 1985.

        "Ya jadi ujian skripsi itu pada tanggal 23 Oktober 1985, Yang Mulia," kata Jokowi dalam persidangan.

        Jokowi menyebut prosesi wisuda berlangsung di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta. Saat itu, terdapat sekitar 14 mahasiswa dari Fakultas Kehutanan yang mengikuti wisuda bersamanya.

        Ia juga mengaku masih mengingat sejumlah nama rekan satu fakultas yang mengikuti prosesi kelulusan tersebut. Namun, tidak seluruh nama mahasiswa dapat diingatnya.

        Dalam keterangannya, Jokowi menyebut dirinya berada pada urutan ke-12 dari daftar nama yang masih diingat.

        Baca Juga: Dicecar Jaksa soal Ijazah, Jokowi Ungkap Perjalanan Pendidikan dari SD hingga UGM

        Jaksa kemudian mendalami proses penerbitan ijazah S1 Jokowi setelah pelaksanaan wisuda. Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa ijazahnya diterbitkan pada 5 November 1985.

        Dokumen tersebut ditandatangani oleh Rektor UGM dan Dekan Fakultas Kehutanan yang menjabat pada saat itu.

        Jaksa juga memastikan kepemilikan ijazah yang diperlihatkan dalam persidangan. Jokowi membenarkan bahwa dokumen tersebut merupakan ijazah miliknya.

        Pemeriksaan kemudian berlanjut pada foto yang tercantum dalam ijazah. Jokowi ditanya apakah foto tersebut merupakan dirinya atau sosok bernama Dumatno Budi Utomo.

        Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa foto dalam ijazah tersebut adalah dirinya sendiri.

        "Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?" jawab Jokowi.

        Dalam persidangan yang sama, Jokowi mengaku tidak mengetahui bahwa ijazah S1 miliknya dijadikan objek penelitian oleh pihak terdakwa.

        Ia juga menyatakan tidak pernah menerima permintaan izin maupun pemberitahuan terkait penelitian terhadap dokumen akademiknya tersebut.

        Jokowi turut menceritakan pernah didatangi rombongan menggunakan bus yang menggelar demonstrasi di kediamannya. Tiga orang dari rombongan itu sempat dipersilakan masuk dan meminta dirinya memperlihatkan ijazah asli.

        Namun, Jokowi menolak permintaan tersebut karena menilai rombongan itu tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen pribadinya.

        Ia menegaskan hanya bersedia memperlihatkan ijazah asli apabila diminta oleh aparat kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: