Tragis! Siswi SMK Meninggal Saat Napak Tilas Joko Songo, Ibu Sempat Minta Istirahat
Kredit Foto: Unsplash.com
Kegiatan Napak Tilas Joko Songo XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berakhir duka. Seorang siswi SMKN 1 Karanganyar, Califfa Marwa Nabila, meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan tersebut pada Rabu (4/11/2026).
Califfa yang merupakan siswi kelas X asal Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, sempat mengalami kelelahan hingga muntah-muntah ketika menempuh perjalanan bersama peserta lainnya. Ia kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Ibunda Califfa, Martalia Anggun, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan putrinya sebenarnya sudah menurun sebelum mengikuti napak tilas. Selama sepekan menjelang kegiatan, Califfa menjalani latihan fisik dengan jarak tempuh yang terus bertambah setiap harinya.
Dalam masa latihan tersebut, Califfa sempat mengalami diare, kehilangan nafsu makan, dan muntah setiap kali makan.
Martalia mengaku telah mengingatkan putrinya agar beristirahat dan tidak memaksakan diri mengikuti kegiatan tersebut. Namun, Califfa tetap ingin berpartisipasi.
“Saya sudah mengingatkan istirahat saja dulu, cuma anaknya nekat. Dia memang ingin ikut,” ungkap Martalia saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/11/2026).
Pada Selasa (3/11/2026) malam, Martalia masih berkomunikasi dengan putrinya melalui WhatsApp. Saat itu, Califfa menyampaikan bahwa kondisinya mulai membaik, meskipun masih merasa ingin muntah setiap kali makan.
Ibunya kemudian menyarankan agar Califfa makan sedikit demi sedikit supaya kondisinya berangsur pulih.
Sebelum pemberangkatan pada Rabu pagi, pembina kegiatan sempat menyampaikan bahwa kondisi Califfa terlihat cukup baik. Namun, ketika perjalanan berlangsung, keluhan kelelahan dan muntah kembali muncul.
Califfa mulai mengalami gangguan kesehatan setelah berjalan sekitar empat kilometer dari titik pemberangkatan di Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, tepatnya di kawasan hutan karet sebelah timur Pondok Pesantren MTA.
Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Kurniadi Maulato, menjelaskan bahwa petugas PMI langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi. Namun, kondisi Califfa belum menunjukkan perbaikan sehingga petugas membawanya ke tempat istirahat di kawasan Pangkalan, Jumok, Delingan.
Karena kondisinya belum stabil, Califfa kemudian dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB.
Setibanya di rumah sakit, Califfa mendapatkan penanganan di instalasi gawat darurat (IGD) sebelum dipindahkan ke ruang perawatan intensif atau intensive care unit (ICU).
Martalia mengaku baru mengetahui kondisi putrinya memburuk setelah mendapat kabar bahwa Califfa telah dibawa ke rumah sakit. Saat tiba di IGD, kondisi anaknya sudah kritis dan tidak merespons ketika dipanggil.
Tim medis telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan nyawa Califfa. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.10 WIB.
Califfa kemudian dimakamkan di pemakaman wilayah Genengan, Kecamatan Jumantono, pada Rabu malam.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar memutuskan menghentikan seluruh rangkaian kegiatan Napak Tilas Joko Songo yang semula dijadwalkan berlangsung pada 4–6 November 2026.
Kurniadi menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya terkait pelaksanaan kegiatan yang melibatkan perjalanan jauh dan membutuhkan ketahanan fisik peserta.
Sementara itu, keluarga Califfa berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian bagi penyelenggara kegiatan luar sekolah. Mereka meminta agar kondisi kesehatan peserta lebih diperhatikan dan peserta yang sedang sakit tidak dipaksakan untuk mengikuti kegiatan fisik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: