Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Berantas Parkir Liar hingga Premanisme, Pramono Janji Penataan Tanah Abang Tanpa Gusur Pedagang

        Berantas Parkir Liar hingga Premanisme, Pramono Janji Penataan Tanah Abang Tanpa Gusur Pedagang Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan penataan kawasan Tanah Abang akan dilakukan secara bertahap. Kebijakan tersebut diambil agar pembenahan kawasan tidak mengganggu mata pencaharian pedagang dan masyarakat setempat.

        Penataan mencakup pengaturan parkir, penertiban aktivitas ilegal, pengelolaan sampah, serta pembenahan fasilitas pendukung agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan.

        Keputusan itu disampaikan Pramono seusai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Tingkat Kecamatan di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (5/11). Ratas tersebut merupakan yang kedua digelar langsung di tingkat kecamatan setelah sebelumnya dilaksanakan di Kembangan, Jakarta Barat.

        "Dalam rapat juga disetujui untuk penataan kawasan Tanah Abang, baik itu Blok A, B, C, D, E, F, hal yang berkaitan dengan parkir liar, hal yang berkaitan dengan premanisme, penjualan obat-obatan, dan sebagainya," ujar Pramono.

        Baca Juga: Pramono Respons Isu Jakarta Siaga Satu: Belum Ada Informasi

        Pramono menyebut Tanah Abang merupakan kawasan strategis yang mempertemukan pusat perdagangan, perkantoran, transportasi, dan permukiman dengan kondisi sosial ekonomi yang beragam. Ia menilai pembenahan kawasan membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah serta pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan warga.

        Mantan Sekretaris Kabinet itu menuturkan bahwa penataan kawasan akan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Perumda Pasar Jaya, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan pengelolaan sampah melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

        Pramono menegaskan penertiban tidak boleh hanya mengandalkan tindakan represif tanpa menyiapkan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut. Menurutnya, pendekatan seperti itu justru berpotensi membuat persoalan kembali terulang.

        "Karena saya meyakini kalau dilakukan dengan kekerasan atau tindakan berlebihan tetapi tidak disiapkan untuk para pedagang atau masyarakat itu tetap bisa mencari periuk nasinya, pasti akan kembali lagi," tegasnya.

        Orang nomor satu di DKI itu mengklaim penataan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan sarana pendukung dan keberlangsungan kegiatan ekonomi.

        "Jadi saya memutuskan mereka mulai kita tata secara gradual, termasuk parkir, yang paling penting adalah kehidupannya mulai berjalan dengan baik dan juga masyarakat itu tidak kehilangan periuk nasinya," tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: