Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah adanya status siaga satu di wilayah Jakarta. Dia mengaku belum menerima koordinasi maupun informasi terkait penetapan status tersebut.
Pramono mengatakan, sebagai gubernur, dirinya pasti akan mendapatkan pemberitahuan apabila Jakarta ditetapkan dalam status siaga satu.
"Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada siaga satu pasti saya dikoordinasikan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet itu menegaskan, hingga saat ini belum ada informasi mengenai penetapan status tersebut. Pramono juga menyebut situasi pemerintahan dan koordinasi di wilayah ibu kota masih berjalan normal.
"Tapi sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak tidak mendengar itu," ungkapnya.
Sebelumnya, status peningkatan keamanan siaga satu mencuat setelah TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 personel untuk mempertebal pengamanan perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta.
Baca Juga: Pramono Anung Ingatkan ASN DKI soal Media Sosial, Ada Hal yang Tak Boleh Sembarangan Diposting
Pengerahan personel tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah satuan TNI AL, mulai dari Korps Marinir, Koarmada RI, Koarmada I, Koarmada II, hingga berbagai pangkalan dan satuan pendukung lainnya.
Adapun pengerahan tersebut mengacu pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026 tentang pengerahan pasukan pengamanan perkembangan situasi.
Sementara itu, Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh langkah pengamanan tersebut. Menurutnya, urusan keamanan dan pertahanan merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Pertama berkaitan dengan penebalan pengamanan di Jakarta, tentunya urusan yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan itu memang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” tuturnya
Meski menyatakan dukungan, mantan Sekretaris Kabinet itu enggan menanggapi isu yang berkembang serta dikaitkan terhadap penebalan pengamanan di Jakarta itu. Ia menilai pengamanan Ibu Kota memang perlu mendapat perhatian mengingat posisi Jakarta sebagai ibu kota negara, sekaligus pusat perekonomian nasional.
“Sehingga kalau kemudian ada penebalan keamanan, saya sebagai Gubernur Jakarta menyampaikan rasa terima kasih,” tutup Pramono.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah
Tag Terkait: