Laba Bersih Oona Insurance Melonjak 80,5 Persen Jadi Rp113,6 Miliar
Kredit Foto: Istimewa
PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk atau yang dikenal sebagai Oona Insurance Indonesia (Oona), menempati posisi ke-7 sebagai perusahaan asuransi kendaraan bermotor teratas di Indonesia, berdasarkan data industri yang diterbitkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk kuartal kedua 2026.
Pencapaian ini semakin menguatkan terjadinya pertumbuhan selama sembilan bulan pertama tahun 2026, menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan underwriting yang ketat dapat memberikan hasil yang berkelanjutan di tengah tingginya persaingan di sektor asuransi umum Indonesia.
Kinerja Oona pada kuartal ketiga 2026 year-to-date (YTD) menunjukkan momentum ganda yang kuat, baik dalam hal pertumbuhan pendapatan maupun ketahanan laba bersih. Perusahaan mencatat premi bruto gabungan (GWP) sebesar Rp 1,1 triliun, yang mencerminkan kenaikan tahunan (year-on-year) sebesar 49,7%.
Laporan tersebut mengemukakan bahwa GWP industri asuransi umum di kuartal kedua adalah sebesar -0.5%. Pangsa pasar Oona di segmen kendaraan bermotor dicatat meningkat dari 3,2% menjadi 3,8% dengan kenaikan GWP sebesar Rp72,3 miliar, meskipun pertumbuhan industri di segmen ini secara keseluruhan melambat menjadi 5%.
Selain itu, laporan menunjukkan Laba Bersih Setelah Pajak naik menjadi Rp113,6 miliar, mencerminkan kenaikan sebesar 80,5% secara tahunan. Pertumbuhan yang menguntungkan ini didukung oleh disiplin operasional dan seleksi risiko yang sangat cermat, memperkuat komitmen perusahaan terhadap kualitas underwriting dan skala bisnis yang berkelanjutan.
Founder and Group CEO of Oona Insurance Group, Abhishek Bhatia, mengatakan ketahanan ekonomi dan adopsi teknologi digital membuka peluang besar bagi model-model asuransi modern di seluruh kawasan Asia Tenggara. Sebagai pasar andalan kami, Indonesia menjadi bukti bahwa penggabungan infrastruktur digital yang mutakhir dengan proses underwriting yang ketat menciptakan pola yang dapat ditiru untuk pertumbuhan berkelanjutan di seluruh kawasan ini.
"Momentum kuat kami di sini semakin memperkuat komitmen Oona untuk menjadi perusahaan asuransi paling berorientasi pada pelanggan dan paling transformatif di Asia Tenggara, yang dibangun atas kepercayaan yang kokoh dari para pemilik kebijakan, agen, dan seluruh mitra ekosistem terkait," jelas dia.
Vincent C. Soegianto, President Director & CEO of Oona Insurance Indonesia menggarisbawahi bahwa perolehan peringkat perusahaan semakin menegaskan keunggulan pelaksanaan operasional dan integritas penanganan klaim perusahaan.
“Asuransi kendaraan bermotor merupakan lini bisnis ritel yang paling menantang di Indonesia. Posisi ke-7 ini semakin membuktikan skala operasional kami, yang didasari oleh prioritas dalam menjaga kepercayaan tersebut dengan memastikan proses penyelesaian klaim yang cepat dan proses underwriting yang disiplin. Kami ingin memastikan bahwa kami memberikan penyelesaian klaim yang lancar bagi para pemegang polis, sekaligus menjaga kesehatan keuangan perusahaan dalam jangka panjang dan integritas bisnis kami di Indonesia.”
Untuk mendukung peningkatan volume ini, Oona terus memperkuat infrastruktur klaim digital serta menyederhanakan alur kerja proses operasional bisnisnya. Dengan menyederhanakan proses klaim, mempercepat persetujuan perbaikan melalui workshop atau pelatihan mitra resmi, serta menerapkan pengendalian risiko yang ketat, Oona memastikan bahwa pemegang polis mendapatkan manfaat dari waktu penyelesaian klaim yang lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas penjaminan.
Menatap tahun 2027, Oona akan mempertahankan lintasan pertumbuhannya dengan memperkuat distribusi omnichannel melalui aliansi multi-finance institusional, jaringan agen bersertifikat, platform digital langsung, dan ekosistem gaya hidup berfrekuensi tinggi. Perusahaan juga akan sekaligus secara bertanggung jawab memperluas jangkauan ke lini asuransi non-kendaraan bermotor, termasuk asuransi properti, teknik, kecelakaan diri, dan perlindungan perjalanan.
Baca Juga: Melonjak 25%, Krom Bank Cetak Laba bersih Rp157,91 Miliar di Kuartal III 2026
Baca Juga: BI Siapkan 4 Tahapan Pengawasan DHE SDA dan Tunjuk 16 Bank Penampung
"Menjelang tahun 2027, fokus kami adalah membangun ekosistem asuransi yang dapat diakses dengan lancar melalui setiap saluran, mulai dari mitra lembaga keuangan dan agen hingga platform digital langsung. Hal yang terpenting adalah bahwa tonggak sejarah ini menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk memajukan sektor asuransi Indonesia dengan membangun ekosistem perlindungan yang lebih transparan, efisien, dan dapat diandalkan bagi bangsa ini,” tutup Vincent
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: