Kredit Foto: Amir Syarifuddin
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku mendapat teriakan soal galian saat mengikuti acara Launching Jekate Running 2026 by PAM Jaya di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).
Momen itu terjadi ketika Pramono sedang berlari bersama peserta. Sejumlah pelari yang menyalipnya meneriakkan kata "galian" yang selama ini selalu diasosiasikan dengan PAM Jaya.
"Yang pertama, ketika lari tadi ada rombongan yang nyalip saya karena memang pelari teriaknya galian. Dan galian itu selalu terasosiasi dengan PAM Jaya," ujar Pramono di Halte Benhil PAM JAYA, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).
Menanggapi hal tersebut, Pramono menegaskan telah meminta PAM Jaya dan Paljaya yang melakukan penggalian di Jakarta untuk melakukannya secara terkoordinasi.
Menurutnya, pola lama di mana masing-masing instansi menggali sendiri-sendiri sudah tidak boleh lagi dilakukan.
"Untuk itu saya sudah meminta kepada PAM Jaya dan semua yang kemudian harus menggali harus dilakukan terkoordinasi. Dulu PAM Jaya sendiri, Paljaya sendiri kemudian untuk apa, limbah, sekarang enggak boleh," kata Pramono.
Baca Juga: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87% di Kuartal III-2026, Pramono: Lampaui Nasional
Baca Juga: Pramono Dukung Penambahan CCTV di Jakarta, Sasar Titik Rawan Narkoba dan Tawuran
Pramono menilai, penggalian yang dilakukan tanpa koordinasi tidak hanya membuat jalanan rusak dan menimbulkan kemacetan, tetapi juga membuat warga bingung dan kesal karena galian muncul berulang kali di titik yang sama.
Ia menyebut persoalan galian merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan secara kolektif, bukan dibebankan hanya kepada satu pihak.
"Karena memang bagaimanapun kalian ini menjadi tanggung jawab untuk kita selesaikan bersama," tutup Pramono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: