- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Malaysia Tanggung 53% Harga BBM, RON 95 Subsidi Dipatok Rp8.871 per Liter
Kredit Foto: Shell
Pemerintah Malaysia mengumumkan penurunan harga BBM non subsidi di tingkat eceran untuk periode 5-11 November 2026. Di sisi lain, harga BBM subsidi dengan nilai oktan terendah setara Pertamax Green 95 (RON 95) pun tetap terjaga di kisaran Rp8 ribuan.
Mengutip laman The Star, Minggu (8/11/2026), harga eceran bensin RON 97 turun sebesar 20 sen menjadi RM4,70, atau setara Rp20.952 per liter (kurs Rp4.458 per Ringgit Malaysia). Sementara harga BBM RON 95 dan solar non subsidi masing-masing terpotong 15 sen menjadi RM4,27 (Rp19.035) dan RM5,12 (Rp22.824) per liter.
Kementerian Keuangan Malaysia dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa penetapan harga tersebut didasarkan pada formula Mekanisme Penetapan Harga Otomatis, atau Automatic Pricing Mechanism (APM).
Sebagai perbandingan, harga BBM di Malaysia pada pekan lalu adalah RM4,90 (Rp21.844) per liter untuk RON 97, RM4,42 (Rp19.704) per liter untuk RON 95 non subsidi, dan RM5,27 (Rp23.493) per liter untuk solar non subsidi.
Adapun harga BBM jenis RON 95 bersubsidi melalui program Budi95 tetap berada di level RM1,99 (Rp8.871) per liter. Dengan Pemerintah Malaysia menanggung subsidi sebesar RM2,28 (Rp10.164) per liter, atau 53% dari harga tanpa subsidi untuk periode tersebut.
Untuk Budi Diesel alias solar subsidi, harga bagi penerima yang memenuhi syarat tetap sebesar RM2,10 (Rp9.361) per liter. Dengan subsidi pemerintah sebesar RM3,02 (Rp13.463) per liter atau 59% dari harga tanpa subsidi.
Selain itu, harga bensin di bawah Sistem Pengendalian Bensin Bersubsidi (SKPS) tetap sebesar RM2,05 (Rp9.138) per liter, sementara harga solar di bawah Sistem Pengendalian Diesel Bersubsidi (SKDS) tetap sebesar RM2,15 (Rp9.584) per liter.
Baca Juga: Pasokan Pertamax ke Pertashop Bali Bakal Dimaksimalkan Mulai 20 Oktober
Baca Juga: Konsumsi Pertamax Turbo di Mandalika Diprediksi Melonjak 50% Saat MotoGP
Secara aturan,warga Malaysia yang memenuhi syarat dapat terus membeli RON 95 dan solar bersubsidi dengan menggunakan kartu nasional identitas pintar (MyKad) milik masing-masing, sesuai dengan batas kelayakan bulanan yang ditetapkan.
"Pemerintah Madani akan terus mengambil pendekatan yang bijaksana untuk melindungi rakyat dari fluktuasi harga, sekaligus memastikan pasokan bahan bakar negara tetap memadai dan aman," tulis Kementerian Keuangan Malaysia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: