Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

FKDB Lakukan Grand Opening Rumah Tempe Azaki Bogor

FKDB Lakukan Grand Opening Rumah Tempe Azaki Bogor Kredit Foto: FKDB
Warta Ekonomi, Jakarta -

Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) melakukan grand opening Rumah Tempe Azaki (RTA) Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2020).

Hal ini membuktikan bahwa para pengrajin tempe sebagai pelaku industri kecil rumahan yang berbasis halal mampu bertahan dan tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Stimulus Rp1,85 Triliun bagi Industri

Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI, Ikhsan Abdullah, mengatakan Rumah Tempe Azaki perlu mendapatkan apresiasi tinggi karena mampu membangkitkan usaha berbasis halal dan mampu menggerakkan roda perekonomian Tanah Air. Salah satu bentuk apresiasi tersebut ialah memberi perhatian serius terhadap suplai bahan baku para pengrajin tempe.

"Hal yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah bagaimana pengrajin tempe mendapatkan supply kedelai dengan harga yang relatif murah karena tempe menghiasi semua meja makan masyarakat Indonesia dari mulai masyarakat sederhana sampai dengan masyarakat yang berpenghasilan tinggi," katanya.

Perlu diketahui, kedelai sebagai bahan utama tempe sampai saat ini sebanyak 85% masih didatangkan dari Amerika Serikat. Dengan demikian, Indonesia harus mengeluarkan devisa besar untuk memenuhi kebutuhan kedelai tersebut.

Ikhsan Abdullah menegaskan kebutuhan suplai kedelai tersebut harus menjadi perhatian serius karena Indonesia memiliki banyak fakultas pertanian di universitas terkemuka, lahan yang sangat luas, serta sumber daya manusia yang cukup andal.

"Seharusnya kita dapat mengurangi ketergantungan tersebut, setidaknya petani kedelai kita dapat mengurangi angka impor yang sangat besar tersebut. Devisa negara untuk belanja kedelai dapat digunakan untuk memperluas areal penanaman kedelai yang dapat memberikan pekerjaan untuk masyarakat demi meningkatkan pendapatan petani kedelai dan industri pertanian," jelas Ikhsan Abdullah.

Ia mengatakan industri kecil rumahan seperti Rumah Tempe Azaki adalah satu prototipe dari pabrik tempe di Tanah Air yang memperhatikan proses berproduksi bersih, sehat, dan performa baik sehingga citra pabrik tempe di masyarakat mulai berubah, yakni menjelma jadi industri kecil rumahan yang modern, bersih, sehat, dan halal.

Selain menggunakan mesin produksi dan pengolahan yang modern, Rumah Tempe Azaki juga memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 bagi para karyawan, yakni menggunakan masker, sarung tangan, penutup kepala, dan jaga jarak (physical distancing).

Kemudian tempe diproduksi dengan menggunakan air bersih yang bersumber dari PDAM dan air sumur serta tidak menggunakan bahan artificial. Demikian pula dengan ruang produksi dan fermentasi tertata dengan layout yang baik, memperhatikan suhu dan kelembaban sebagaimana yang dipersyaratkan dalam industri kecil tempe rumahan.

Dari sisi estetika rumah tempe Azaki juga sangat memperhatikan kemasan atau packaging sehingga kualitas dan kebersihan hasil produksinya dapat dijamin. 

"Harapan saya Rumah Tempe Azaki bisa menjadi model prototipe industri kecil rumahan khususnya pabrik tempe di Tanah Air," pungkas Ikhsan Abdullah.

Selain Ikhsan Abdullah, hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Suroso Miharjo, Danramil Kecamatan Bogor Barat Kapten Armed Dasuki, AKBP DR M. Arsal Sahban, Wakapolresta Bogor Kota, dan undangan lainnya.

Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan itu dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti cek suhu tubuh bagi seluruh peserta yang hadir, cuci tangan, dan jaga jarak sesuai anjuran pemerintah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Cahyo Prayogo