Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengakuan Mengejutkan Jokowi: Saya Benar-benar Sudah Gemetar dan Grogi Betul

Pengakuan Mengejutkan Jokowi: Saya Benar-benar Sudah Gemetar dan Grogi Betul Kredit Foto: Instagram Jokowi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akademisi Rocky Gerung blak-blakan menyinggung kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6).

Rocky Gerung menilai, kehadiran Jokowi dalam acara Munas Kadin itu mencerminkan tindakan yang tidak konsisten dengan ucapannya.

Baca Juga: Tiba-tiba Rocky Gerung Sebut Pemerintah Pelit, Padahal Ada Uang, Menteri Jokowi Ikutan Lip Service

Hal tersebut diungkapkan Rocky Gerung dalam video yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Apalagi menurut Rocky Gerung, Presiden Jokowi mengaku gemetar saat mengetahui tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien covid-19 di RSD Wisma Atlet mencapai 90 persen.

"Presiden gemetar mengetahui ranjang tidak lagi tersedia, pada saat yang sama dia datang ke Kendari, jadi di mana konsistensinya?" jelas Rocky Gerung dikutip GenPI.co, Jumat (2/7).

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini mengungkapkan, di tengah lonjakan kasus covid-19 di Indonesia, seharusnya Presiden tidak menghadiri acara yang tidak esensial.

Apalagi, pemilihan Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum baru Kadin sudah diputuskan pada Senin (28/6/2021). "Kalau dia gemetar harusnya dia batalkan semua hal yang tidak esensial," tegas Rocky Gerung.

"Sama seperti keputusan yang dibuat bahwa aktivitas yang tidak esensial seharusnya dilarang 100 persen, kan itu intinya," sambungnya.

Oleh sebab itu, Rocky Gerung mempertanyakan hal darurat apa yang membuat Presiden Jokowi tetap mendatangi Munas Kadin di Kendari. "Menghadiri Munas Kadin itukan tidak ada esensial, tidak ada pentingnya. Jadi buat apa prokes (protokol kesehatan) ditetapkan, tapi presiden sendiri melanggar prokesnya," jelas Rocky Gerung.

"Menghadiri Munas Kadin itu melanggar prokes, apapun alasannya, apalagi tidak ada urgensinya," anjutnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi mengaku gemetar dan grogi saat mengetahui keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, mencapai 92 persen.

Jokowi mengaku rutin mengecek BOR di Wisma Atlet setiap hari. Pasalnya, Ia menjadikan kondisi Wisma Atlet sebagai salah satu cerminan kondisi rumah sakit di Indonesia.

"Saya biasanya yang saya pakai patokan itu Wisma Atlet. Tiap jam 10, jam 12 malam. Saya selalu telepon dari Satuan Tugas atau Kolonel Arifin mengenai keterisian bed di Wisma Atlet," ungkap Jokowi saat berpidato di Munas Kadin di Kendari, disiarkan langsung kanal Youtube Kadin Indonesia, Rabu (30/6).

"Pernah September itu 92 persen, saya betul-betul sudah gemetar dan grogi betul, 92 persen," tambahnya.

Baca Juga: Tegakkan Market Conduct, OJK Perketat Pengawasan hingga Kenakan Sanksi bagi Pelanggar

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan GenPI.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel: