80% Kasus Baru di Indonesia adalah Varian Delta, Kemenkes: 2 Provinsi Masih Bebas dari Delta
Kredit Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan 80% hasil sequencing virus Covid-19 di Indonesia merupakan varian Delta. Hal ini berarti, varian Delta telah mendominasi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
"Indonesia terus melakukan sequencing untuk memantau penyebaran varian baru dari luar maupun lokal. Per 18 Agustus, sudah lebih dari 5.000 sequencing dilakukan dengan 80% hasil adalah varian Delta," kata Nadia dalam siaran pers virtual, Rabu (18/8/2021).
Baca Juga: Masyarakat Diminta Tetap Waspada Meski Angka Kasus Aktif Covid-19 Turun 53 %
Oleh karena itu, Nadia mengimbau seluruh provinsi untuk meningkatkan testing dan tracing untuk mengantisipasi penyebaran varian Delta. Imbauannya tersebut ia tekankan terutama ke provinsi dengan tingkat testing rate di bawah rata-rata nasional seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
Akan tetapi, lanjut Nadia, ada dua provinsi yang hingga sejauh ini belum melaporkan temuan varian Delta. Kedua provinsi tersebut adalah Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.
Namun, Nadia tetap mengingatkan setiap provinsi agar tidak lengah dan tetap waspada. "Bagi provinsi-provinsi yang belum melaporkan atau belum menemukan varian ini untuk tetap diharapkan memiliki kewaspadaan yang sama dengan provinsi yang sudah melaporkan varian-varian baru ini," tegasnya.
Nadia meminta provinsi yang belum menemukan adanya varian Delta untuk terus meningkatkan testing dan tracing serta melaporkan kasus-kasus yang masuk kriteria untuk dilakukan pemeriksaan sequencing ke laboratorium rujukan yang telah ditunjuk.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Alfi Dinilhaq
Tag Terkait: