Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dorong Digitalisasi UMKM, iFortepay Hadirkan QRIS Tanpa Buka Rekening

Dorong Digitalisasi UMKM, iFortepay Hadirkan QRIS Tanpa Buka Rekening Kredit Foto: IFortepay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyedia solusi pembayaran digital, PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay) terus mendorong digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perusahaan menghadirkan layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh QRIS tanpa harus membuka rekening baru.

CEO iFortepay Valerino Wijaya menjelaskan, langkah ini dirancang untuk membuka akses pembayaran digital yang lebih luas dan praktis bagi pelaku usaha kecil. “Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif, memudahkan transaksi, dan mempercepat adopsi ekonomi digital di kalangan UMKM," ujar Valerino.

Mengacu data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2025, jumlah UMKM di Indonesia telah menembus lebih dari 64 juta unit usaha. Sektor ini menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya tulang punggung ekonomi nasional.

Di tengah percepatan transformasi digital, akses ke sistem pembayaran nontunai yang andal dinilai semakin penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Namun, proses pendaftaran yang rumit dan persyaratan administratif yang ketat masih menjadi hambatan bagi banyak pelaku usaha kecil. Kondisi tersebut membuat sebagian UMKM belum bisa memanfaatkan metode pembayaran digital yang kini semakin diminati konsumen.

Baca Juga: QRIS Targetkan 17 Miliar Transaksi di 2026, Bidik Pasar Tiongkok, Korea Selatan, hingga India

“Kami melihat masih banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan akses karena hambatan administratif. iFortepay hadir sebagai solusi yang mempermudah proses tersebut agar dapat membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan," kata Valerino.

Melalui platform iFortepay, proses pembuatan QRIS disederhanakan. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan KTP, foto selfie dengan KTP, serta informasi dasar usaha. Setelah terdaftar, merchant dapat mengelola transaksi secara real-time, baik menggunakan QRIS statis maupun dinamis, dengan biaya yang kompetitif.

Sistem ini juga memungkinkan pelaku usaha memantau seluruh status transaksi, mulai dari dibuat, masuk, hingga pending, langsung melalui aplikasi. Fitur laporan keuangan juga tersedia untuk diunduh kapan saja.

“UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang tidak rumit, transparan, dan terjangkau. iFortepay hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut, agar pelaku usaha lokal bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani proses teknis yang kompleks,” tambah Valerino Wijaya.

Saat ini, segmen UMKM menjadi kontributor terbesar merchant iFortepay dengan volume transaksi mencapai 1,2 juta per bulan. Pada fase awal implementasi produk, perusahaan menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada 2026, seiring meningkatnya adopsi merchant dan tren pembayaran digital.

Baca Juga: BI Catat Transaksi Digital Tembus Rp14,26 miliar, QRIS Melonjak Hampir 140%

Sejak beroperasi pada 2015, iFortepay mengembangkan sistem single point of contact yang mengintegrasikan lebih dari 20 metode pembayaran. Layanan tersebut mencakup kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, hingga QRIS. Pelaku usaha juga dapat menerima pembayaran dari berbagai platform seperti OVO, DANA, LinkAja, serta seluruh aplikasi mobile banking di Indonesia.

Selain melayani UMKM, iFortepay juga menjadi penyedia infrastruktur pembayaran bagi sejumlah perusahaan besar, seperti XLSMART, Blibli, BCA Finance, tiket.com, dan BIMC Hospital.

"Bersama regulator, pelaku industri lain, dan komunitas UMKM, kami optimistis ekosistem digital Indonesia akan semakin inklusif dan memberdayakan pelaku usaha di seluruh level," pungkas Valerino Wijaya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: