Kredit Foto: Foto/ilustrasi/PSSI
Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumpulkan uang senilai Rp1,2 miliar dari hasil keputusan denda pada sidang terbaru untuk klub Liga 1 dan Liga 2 2021.
Dari kasus-kasus yang sudah diproses Persija Jakarta dapat denda yang paling besar. Adapun rincian besaran denda tersebut antara lain Rp670 juta untuk klub Liga 1 dan Rp557 juta untuk klub Liga 2. Itu terdiri dari 18 kasus dari sidang minggu lalu dan 16 kasus dari sedang pada pekan ini. Total ada 44 kasus yang sudah diproses sejauh ini.
Persija menjadi klub dengan biaya denda terbesar, yakni Rp145 juta. Jumlah ini merupakan akumulasi dari tiga keputusan, yakni denda Rp45 juta untuk Muhammad Araaf Sidik, Rp50 juta untuk keterlambatan kick off, dan Rp50 juta untuk tamu VIP masuk ruang ganti.
"Kalau pemain terlambat, satu menit saja, kami denda Rp50 juta untuk Liga 1, dan Rp30 juta untuk Liga 2. Kami ingin pemain kita disiplin dengan kode disiplin dan regulasi liga. Masih kita berubah bersama," kata Ketua Komite Disiplin PSSI Erwin Tobing dalam jumpa persnya, Kamis (28/10/2021).
Selain itu, Komdis juga tidak mentolerir kasus pelanggaran disiplin berupa aksi tidak terpuji kepada perangkat pertandingan. Aksi pelatih dan ofisial tim kepada tim lawan yang kelewat batas juga mendapat sanksi tak kalah besar.
Sementara untuk kasus perseteruan pelatih Persib Robert Rene Alberts dengan COO Bhayangkara FC Sumardji, hanya mendapat teguran. Jika hal ini terulang kembali pada laga-laga selanjutnya, sanksi tegas akan diberikan.
"Contoh tidak baik dari Sumardji dari Bhayangkara kepada Persib. Memang Persib mengakui Sumardji tidak meludah kepada pelatih Persib, tetapi itu tindakan yang tidak patut. Ini kalau ada penonton bisa menimbulkan amarah," tegas Erwin.
Erwin mengatakan, Komdis akan melakukan sidang jika sudah ada pelimpahan berkas dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sementara Komdis posisinya menunggu kasus dari LIB.
Untuk Liga 2, kasus terbanyak adalah keterlambatan kick off, yaitu sebanyak delapan kali. Tim yang paling banyak melakukan pelanggaran ini yaitu Rans Cilegon United, dua kali. Dari kasus ini tim besutan Raffi Ahmad itu menanggung denda Rp60 juta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Boyke P. Siregar
Tag Terkait: