Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSSI Kantongi Nama Pihak yang Terlibat Kasus Match Fixing Perserang

PSSI Kantongi Nama Pihak yang Terlibat Kasus Match Fixing Perserang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus match fixing atau pengaturan skor dalam pertandingan Liga 2 kini memasuki babak baru. PSSI bahkan sudah mengantongi nama-nama para pihak yang terlibat untuk kemudian bakal diusut dalam penyelidikan kasus tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi bahkan mengaku sudah memegang bukti-bukti pengaturan skor yang melibatkan Perserang Serang. Dimana bila laporan initerbukti bukan tidak mungkin para pelaku akan mendapat hukuman berat yakni hukuman seumur hidup.

Perserang Serang memang membuat kejutan. Bukan karena info prestasi, melainkan laporan dugaan adanya pengaturan skor yang melibatkan pemainnya.

Bahkan karena permasalahan ini lima pemain Perserang plus satu pelatih dipecat secara tidak hormat oleh manajemen Perserang Serang. Para pelaku diduga terlibat ketika Perserang dikabarkan dipaksa kalah ketika melawan RANS Cilegon, Persekat Tegal dan Badak Lampung.

Menanggapi laporan pengaturan skor ini, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menegaskan jika timnya segera bergerak dan mencari keterangan dari semua pihak. Menurutnya, PSSI sudah memiliki bukti-bukti dan menyerahkan kepada Komisi Disiplin.

"Bukti-bukti sudah di tangan kami. Hari ini saya sudah menandatangani surat untuk mengundang dan memanggil manajemen Perserang yang membuat pengaduan sekaligus pemain yang menurut Perserang melakukan pengaturan skor." ucap Yunus Nusi.

Yunus menambahkan akan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku bila terbukti melakukan pengaturan skor di pertandingan Liga 2 2021 saat Perserang Serang melawan beberapa tim di babak penyisihan Grup B. 

"Kami akan tindak tegas pelaku pengakuran skor. Ini telah mencoreng nama sepak bola Indonesia. Kami tidak main-main dan akan tuntaskan permasalahan ini," pungkas Yunus.

Terkait permasalahan pengaturan skor, PSSI di bawah kepimimpinan Ketua Umum Mochamad Iriawan tidak akan memberi toleransi. Hal ini karena pengaturan skor, suap dan match fixing adalah kejahatan sepak bola.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel: