Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Megawati, Prabowo, Puan Maharani Bertemu, Kode Keras Buat Pilpres 2024?

Megawati, Prabowo, Puan Maharani Bertemu, Kode Keras Buat Pilpres 2024? Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani bertemu di Istana Negara. Apakah ini menjadi kode keras buat Pilpres 2024?

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menjelaskan pertemuan tiga tokoh tersebut saat disela pelantikan Panglima TNI Andika Perkasa dan KASAD Dudung Abdurachman.

Baca Juga: PDIP Ternyata Sudah Tak Bisa Dukung Puan Maharani dan Prabowo Subianto Nyapres di 2024

Menurut Hasto, pada saat itu Prabowo Subianto datang menghampiri Megawati yang tengah berada di ruang VVIP di Komplek Istana Negara.

"Saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat Bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo," kata Hasto kepada Wartawan di Jakarta, Kamis (18/11).

"Ibu Mega lalu menunggu, bersalam sapa dengan hangat, dan kemudian masuk ke ruangan VVIP bersama, dengan Mas Pramono Anung dan saya dampingi," sambungnya.

Hasto mengatakan, banyak hal yang dibahas kedua tokoh yang pernah berpasangan pada Pilpres 2009 lalu. Utamanya, soal kuliah umum Prabowo di Universitas Pertahanan.

"Saya melaporkan ke Bu Mega kuliah Umum di Universitas Pertahanan yang disampaikan oleh Pak Prabowo," jelasnya.

Di tengah perbincangan itu, kata Hasto, Puan Maharani juga turut bergabung. Pembicaraan pun mulai membahas soal dinamika politik kebangsaan di Indonesia belakangan ini.

"Di situlah pembahasan berlangsung hangat. Tentu saja terkait politik kebangsaan, dan berbagai dinamika politik nasional," katanya.

Sayangnya, Hasto tak menjelaskan lebih rinci terkait apa saja yang dibahas Megawati, Prabowo, dan Puan Maharani.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan