Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siapkan Rp1 Triliun, Emiten RS Mitra Keluarga (MIKA) Gelar Buyback Saham

Siapkan Rp1 Triliun, Emiten RS Mitra Keluarga (MIKA) Gelar Buyback Saham Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten Rumah Sakit Mitra Keluarga, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp1 triliun.

Aksi korporasi ini dilakukan sebagai langkah strategis Perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Direktur MIKA, Joyce V. Handajani, menjelaskan bahwa seluruh dana untuk buyback akan berasal dari kas internal perusahaan. Artinya, pendanaan tersebut tidak berasal dari pinjaman maupun dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

Adapun nilai Rp1 triliun yang disiapkan belum termasuk biaya perantara pedagang efek serta berbagai biaya lain yang terkait dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.

Ia menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Perseroan disebut telah memiliki modal kerja dan cadangan kas yang memadai untuk memastikan aktivitas bisnis tetap berjalan normal.

Baca Juga: Pasar Berfluktuasi, BNI (BBNI) Bakal Buyback Saham Rp905,48 Miliar

Program buyback saham ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada 7 Maret hingga 7 Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, Perseroan akan membeli saham pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh manajemen.

Menariknya, aksi buyback ini dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Langkah tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 serta Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat No. S-102/D.04/2025 tertanggal 17 September 2025.

Setelah proses buyback selesai, saham yang telah dibeli kembali akan disimpan oleh perseroan sebagai saham treasuri. Ke depan dimana saham treasuri dapat dijual. akan dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Joyce, aksi buyback menjadi sinyal kepercayaan Perseroan terhadap nilai fundamental saham MIKA.

"Pembelian kembali atas saham Perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengelola modal jangka panjang dimana saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika Perseroan memerlukan penambahan modal," tutup Joyce.

Baca Juga: CIMB Niaga (BNGA) Berencana Gelar Buyback Saham untuk Remunerasi Karyawan

Sebagai informasi tambahan, saham MIKA pada sesi pertama perdagangan Senin (9/3) terpantau turun -1,86% ke Rp2.110. Dalam sebulan, merosot -10,21% dan telah ambruk -16,6% sepanjang tiga bulan terakhir. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri