Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Awal Tahun Miliarder Dibikin Nangis, 5 Taipan Teknologi Ini Kekayaannya Anjlok Besar-Besaran!

Awal Tahun Miliarder Dibikin Nangis, 5 Taipan Teknologi Ini Kekayaannya Anjlok Besar-Besaran! Kredit Foto: Reuters/Arnd Wiegmann
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lima miliarder teknologi terkaya di dunia secara gabungan telah kehilangan sekitar USD85 miliar (Rp1.219 triliun) kekayaan mereka dalam beberapa minggu pertama tahun 2022. Ini karena kekayaan mereka mendapat pukulan besar terutama dari aksi jual pasar minggu lalu.

Kerugian paling dirasakan oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk. Kekayaannya turun menjadi sekitar USD243 miliar (Rp3.487 triliun)), ia kehilangan sekitar USD27 miliar (Rp387 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.

Orang terkaya kedua di dunia, pendiri Amazon, Jeff Bezos, juga telah kehilangan sekitar USD25 miliar (Rp358 triliun) pada tahun 2022.

Baca Juga: Miris! Kekayaan Elon Musk, Jeff Bezos dkk Lebih Banyak dari 3,1 Miliar Orang Termiskin di Dunia

Melansir Yahoo Finance di Jakarta, Selasa (25/1/22) selain Musk dan Bezos, salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, juga telah melihat penurunan kekayaan bersihnya sebesar USD9,5 miliar (Rp136 triliun) sejak 1 Januari, menurut indeks Bloomberg.

Sementara itu, kekayaan bersih salah satu pendiri Google Larry Page juga telah menurun sebesar USD12 miliar (Rp172 triliun). Bos Meta Facebook, Mark Zuckerberg juga turut kehilangan kekayaan bersihnya sekitar USD12 miliar (Rp172 triliun) tahun ini.

Kelimanya mengalami kerugian dalam kepemilikan saham teknologi yang mereka miliki. Pekan lalu, Nasdaq Composite yang berbasis teknologi turun sekitar 8% lantaran beberapa kekhawatiran termasuk kenaikan suku bunga dan inflasi. Nasdaq turun sekitar 13% tahun ini.

Menurut Bloomberg, satu-satunya dari lima orang terkaya di dunia yang tidak kehilangan uang minggu lalu adalah Bernard Arnault, bos dan CEO raksasa mewah Prancis LVMH. Meski begitu, kekayaan Arnault turun USD10,5 miliar (Rp150 triliun) tahun ini, dengan harga saham LVMH turun 5% di tengah kekalahan pasar yang lebih luas.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Bagikan Artikel:

Video Pilihan