Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Amerika Kuak Rencana Dahsyat Jika Presiden Ukraina Tewas Dibunuh Rusia

Amerika Kuak Rencana Dahsyat Jika Presiden Ukraina Tewas Dibunuh Rusia Kredit Foto: Reuters/Ukrainian Presidential Press Service
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Amerika Serikat menguak rencana dahsyat dari skenario terburuk jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tewas dibunuh Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken Minggu (6/3/2022) malam mengeklaim bahwa Ukraina memiliki rencana untuk memastikan ada kesinambungan pemerintahan bahkan jika Zelenskiy tidak ada lagi.

Baca Juga: Jenderal Top Amerika Lontarkan Kata-kata Soal Perang Besar, Pasukan Disiagakan

Hal itu diungkapkan Blinken ketika menanggapi wartawan Margaret Brennan di acara bincang-bincang  "Face The Nation".

Blinken juga mengatakan bahwa dia berada di Ukraina pada Sabtu (5/3) yang lalu dan bertemu dengan menteri luar negeri Ukraina Dmytro Kuleba. 

Tanpa mengungkapkan rincian apa pun, dia mengatakan bahwa mereka memiliki rencana untuk menjaga kelangsungan pemerintahan "dengan satu atau lain cara". 

Dalam klip video pendek yang dicuit  oleh akun Twitter acara TV itu, Blinken juga memuji kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Presiden Zelenskiy dan seluruh pemerintahannya. 

"Mereka telah menjadi perwujudan dari orang-orang Ukraina yang benar-benar berani," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Zelenskiy sendiri  selamat dari setidaknya tiga upaya pembunuhan sejak invasi Rusia dimulai 12 hari lalu. 

Menurut The Times, plot itu digagalkan setelah pejabat Ukraina diberitahu mengenai rencana jahat itu. 

Laporan tersebut mengatakan bahwa dua kelompok pembunuhan yang berbeda dikirim untuk membunuh Presiden Ukraina.

Keduanya adalah kelompok Wagner dan pasukan khusus Chechnya.

Dalam pidato publik baru-baru ini, Zelenskiy bersumpah untuk menghukum semua orang yang melakukan kekejaman dalam perang yang telah merenggut nyawa ratusan orang, termasuk wanita dan anak-anak.

"Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan, kami akan menghukum semua orang yang melakukan kekejaman dalam perang ini di tanah kami," katanya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan